Total sebanyak 652 personel diturunkan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif di seluruh wilayah Kota Tepian.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyampaikan, kekuatan pengamanan tersebut tidak hanya berasal dari kepolisian, tetapi juga melibatkan berbagai unsur lintas instansi.
“Pengamanan malam hari ini kami gunakan kekuatan sebanyak kurang lebih 600 personel tepatnya 652 personel. Dari Polresta Samarinda kemudian dari TNI baik dari Kodim 0901 dan Denpom Mulawarman, juga dari Yon Brimob serta rekan-rekan dari Senkom, Dishub, Damkar, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait lainnya,” ujar Hendri kepada Korankaltim.com.
Keterlibatan berbagai pihak ini dilakukan untuk mengoptimalkan pengamanan, mengingat malam takbiran identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang publik.
Sejumlah titik keramaian menjadi fokus utama pengamanan, diantaranya pusat-pusat perbelanjaan dan ruang publik yang diprediksi akan dipadati warga.
“Daerah yang menjadi titik fokus pengamanan antara lain pusat perbelanjaan seperti Big Mall, SCP dan Samarinda Square. Kemudian juga lokasi keramaian masyarakat seperti Vorvo dan Taman Samarinda. Di lokasi-lokasi tersebut akan dilakukan patroli skala besar,” jelas Hendri lagi
Ia juga menegaskan larangan terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban seperti takbiran keliling menggunakan kendaraan serta penggunaan petasan atau kembang api.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan kembang api. Kalau takbiran keliling, nanti akan kita bubarkan. Apalagi yang menggunakan sound system besar itu juga akan kita tindak,” tegasnya.
Larangan tersebut diberlakukan karena tingginya potensi kerawanan terutama jika terjadi konvoi kendaraan yang dapat memicu kemacetan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
“Kerawanannya cukup tinggi kalau sampai konvoi kendaraan, bisa menimbulkan kemacetan. Sementara masyarakat banyak yang keluar rumah untuk berbelanja kebutuhan Lebaran,” tambahnya.
Pemerintah Kota Samarinda telah mengeluarkan imbauan agar takbiran dilaksanakan secara terbatas di lingkungan masing-masing.
“Pak Wali Kota juga sudah mengimbau agar tidak ada takbir keliling. Kalau pun ada cukup di lingkungan masing-masing seperti di kelurahan atau RT/RW, tanpa menggunakan kendaraan, dan hanya arak-arakan kecil di sekitar masjid,” pungkas Hendri.
Editor: Aspian Nur