Zulkifli, seorang saksi di lokasi kejadian mengungkapkan, saat pertama kali ditemukan, kondisi Saparudin masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan meski dalam kondisi lemah di tengah hujan deras.
“Awalnya masih gerak matanya waktu hujan deras. Saya tanya orang-orang sekitar, masih hidup waktu itu,” kata Zulkifli kepada Korankaltim.com.
Saparudin ditemukan dalam posisi sudah terbaring di lantai depan ruko.
Zulkifli bersama warga sempat berupaya memastikan kondisi pria itu dengan memanggil orang di sekitar lokasi.
“Pas saya temukan, masih hidup. Kami panggil orang-orang, tapi tidak lama kemudian sudah tidak ada gerak lagi. Sudah tidak ada napasnya,” katanya.
Melihat kondisi tersebut, saksi kemudian menghubungi relawan untuk meminta bantuan penanganan lebih lanjut.
“Saya langsung telepon relawan, baru kemudian mereka datang ke lokasi,” tambahnya.
Pamapta II Polresta Samarinda Ipda Ilham Satria Brajanata mengakui adanya penemuan mayat di kawasan tersebut. Pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat dan langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.
“Kami dari pihak kepolisian mendapatkan laporan adanya penemuan mayat di kawasan Jalan Gatsu,” jelas Ilham.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh tim Inafis, korban ditemukan dalam posisi terbaring di depan ruko. Dugaan sementara, almarhum meninggal dunia akibat sakit.
“Dari pihak Inafis, dugaan sementara karena sakit dan diperkirakan meninggal kurang dari lima jam sebelum ditemukan,” ungkap Ilham.
Identitas almarhum telah diketahui berdasarkan kartu identitas yang ditemukan.
“Dari data di SIM almarhum berasal dari Balikpapan, berusia 54 tahun, atas nama Suprahudin,” terangnya.
Jenazah kemudian dievakuasi untuk dibawa ke Rumah Sakit AWS Samarinda guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Selanjutnya korban kami bawa ke RS AWS untuk pemeriksaan lanjutan,” pungkas Ilham.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kematian pria itu.
Editor: Aspian Nur