Sebanyak 10 Kepala Keluarga (KK) atau 27 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat kejadian tersebut. Kondisi cuaca panas serta material bangunan yang didominasi kayu menyebabkan api dengan cepat menyebar dan menghanguskan bangunan di sekitarnya.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dibantu relawan dan warga setempat berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke area lain. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 WITA.
Kepala Desa Loa Duri Ulu, Muhammad Arsyad, mengungkapkan kebakaran diduga dipicu hubungan arus pendek atau korsleting listrik dari salah satu unit rumah bangsalan.
Akibat peristiwa tersebut, satu bangunan rumah sembilan pintu (bangsalan) dua lantai hangus terbakar, serta satu unit rumah mengalami kerusakan ringan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
“Pemerintah desa sudah mendirikan posko dibantu oleh PKK RT. Jadi kami juga sudah mengirim bantuan berupa beras, telur, mi instan, air mineral dan makanan-makanan anak,” ucapnya.
Dalam kesempatan ini, Arsyad meminta untuk tingkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran selama Ramadan dengan tidak meninggalkan kompor menyala saat memasak sahur atau berbuka, hindari menumpuk steker listrik, dan stop bermain petasan.
Warga juga diminta untuk memeriksa instalasi listrik, pastikan aman sebelum meninggalkan rumah atau mudik, serta siapkan APAR sebagai antisipasi.
Editor: Erwin