Pemuda berusia 22 tahun itu merupakan warga asal Semarang, Jawa Tengah, ditemukan tak bernyawa di kamar peristirahatan tempatnya bekerja yakni usaha pencucian mobil di Jalan P Jayakarta, RT 03, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sebulu.
Kapolsek Sebulu Iptu Edy Subagyo menjelaskan, kejadian pertama kali diketahui oleh teman kerja KSR bernama Solikin. Saat itu Solikin hendak masuk ke dalam kamar untuk beristirahat setelah selesai mencuci kendaraan dan terkejut saat membuka pintu mendapati temannya sudah dalam posisi tergantung di kasau atap menggunakan seuntas tali nylon berwarna biru.
Pria berusia 42 tahun itu kemudian memanggil dua rekan kerja lainnya Muhammad Raihan dan Yuhan Sugianto, untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik usaha sebelum diteruskan ke pihak kepolisian.
Berdasarkan pemeriksaan luar yang dilakukan petugas Puskesmas Sebulu II bersama personel kepolisian, ditemukan tanda-tanda identik bunuh diri. “Dugaan kuat motifnya melakukan aksi nekat ini karena masalah asmara,” terang Edy Subagyo.
Dugaan tersebut diperkuat dengan temukan bukti percakapan pada ponsel milik KSR. Sebelum mengakhiri hidupnya, ia diketahui sempat mengirimkan pesan WhatsApp berisi pamitan kepada ibu kandung dan tunangannya. Bahkan almarhum korban sempat mengirimkan foto tali yang sudah disiapkan untuk melakukan aksi tersebut.
Polisi telah melakukan koordinasi dengan pihak keluarga yang berada di Jawa melalui sambungan video call. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi.
"Barang bukti berupa sebuah ponsel merk Infinix dan seuntas tali nylon biru sudah diamankan. Atas permintaan keluarga, jenazah akan dimakamkan di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sebulu, dengan bantuan pemerintah desa setempat," tutup Iptu Edy.
Disclaimer: Informasi yang ada dalam berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Jika pembaca merasakan kecenderungan depresi dan ingin bunuh diri, maka konsultasikan segera ke pihak-pihak yang bisa membantu seperti psikiater atau klinik mental.
Editor: Aspian Nur