Hal ini ditandai dengan apel gelar pasukan sebagai awal pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026 yang bertujuan menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama Lebaran.
Sebanyak 1.202 personel gabungan dikerahkan oleh Polresta Samarinda untuk mengamankan pelaksanaan operasi tersebut. Ribuan personel ini berasal dari unsur TNI, Polri, instansi pemerintah daerah hingga relawan yang akan bertugas selama periode pengamanan.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, seluruh personel yang dilibatkan merupakan hasil sinergi lintas instansi guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
“Untuk Operasi Ketupat tahun ini di Polresta Samarinda, kami mengerahkan total 1.202 personel gabungan,” kata Hendri usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Mahakam 2026 di Mako Polresta Samarinda, Kamis (12/3/2026).
Personel tersebut terdiri dari anggota Polresta Samarinda yang didukung unsur TNI dari Kodim 0901 Samarinda dan Denpom, serta personel dari Polda Kalimantan Timur.
Selain itu, pengamanan juga melibatkan berbagai instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, serta relawan ITS dan Senkom.
Selama operasi berlangsung pihaknya menyiapkan 10 pos pengamanan dan pelayanan di sejumlah titik strategis. Pos pelayanan terpadu ditempatkan di kawasan Taman Samarinda dan beroperasi selama 24 jam.
“Pos pelayanan terpadu ini menjadi pos pusat kami. Di sana masyarakat bisa menyampaikan laporan, meminta bantuan, ataupun mendapatkan informasi selama masa pengamanan Lebaran,” jelas Hendri.
Selain itu, pos pelayanan juga disiapkan di Bandara APT Pranoto, Pelabuhan Nusantara, dan Exit Tol Palaran untuk memantau arus mudik dan arus balik.
Sementara pos pengamanan ditempatkan di sejumlah pusat keramaian seperti Big Mall, Samarinda Central Plaza (SCP), Samarinda Square, Pasar Pagi, serta di Terminal Sungai Kunjang dan Terminal Samarinda Seberang.
Editor: Aspian Nur