Kobaran api mengejutkan warga dan dengan cepat melalap bangunan di sekitarnya. Warga berhamburan keluar rumah saat api membesar dan menerangi langit malam.
Sedikitnya dua bangunan yang terdiri atas lima pintu terdampak dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan data sementara, lima kepala keluarga dengan total 23 jiwa tercatat menghuni bangunan yang terbakar. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar.
Pemilik salah satu rumah, Muksin (42), mengatakan saat kejadian dirinya sedang tertidur setelah pulang bekerja. Ia terbangun setelah anaknya berteriak memberi tahu adanya api yang sudah membesar di bagian belakang rumah.
“Saya habis pulang kerja lalu tidur. Anak saya bangunkan dan bilang ada api. Waktu saya keluar, api sudah tinggi di kamar belakang,” ujarnya.
Ia menuturkan api pertama kali terlihat dari kamar anaknya yang berada di ujung rumah. Ia sempat berupaya memadamkan api menggunakan ember, namun gagal setelah terpeleset di lantai keramik.
“Saya mau ambil ember untuk siram api, tapi terpeleset. Api sudah besar sekali, jadi saya pikir tidak mungkin dipadamkan sendiri dan langsung keluar,” tuturnya.
Muksin memastikan seluruh penghuni rumah berhasil keluar sebelum api semakin membesar.
“Sudah tidak ada orang di dalam. Anak saya yang bangunkan itu di depan, saya di kamar belakang,” jelasnya.
Editor: Erwin