Lokasi Loa Kulu yang strategis sebagai wilayah perlintasan dan pusat pekerja perusahaan, disinyalir menjadi sasaran empuk para bandar narkoba.
Kepala Desa Loa Kulu Kota, Mohammad Rizali, mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya penyalahgunaan narkoba yang menyasar usia produktif. Terbaru, pada Rabu malam (11/2/2026), upaya pemantauan membuahkan hasil dengan diamankannya pelaku penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut.
“Beberapa hari lalu kami mendapat informasi pengungkapan. Polsek Loa Kulu bergerak dan Alhamdulillah dapat. Fokus kami adalah melindungi generasi penerus dari bahaya miras dan narkoba,” tegas Rizali, Kamis (12/2/2026).
Ia mengungkapkan, banyaknya perusahaan di wilayah Loa Kulu menjadi daya tarik bagi para pengedar untuk menyasar para pekerja maupun pemuda setempat.
Sasaran rata-rata yang diamankan adalah usia produktif yang memiliki ketergantungan zat adiktif.
Ia menegaskan untuk melakukan tindakan pengawasan ketat di titik-titik kumpul pekerja dan area rawan transaksi.
“Saya akan gunakan kewenangan saya untuk melindungi masyarakat. Perusahaan itu tetap dalam pantauan kami secara intensif,” tegasnya.
Sementara, Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto memastikan pihaknya akan meningkatkan intensitas pengamanan, terutama mengantisipasi aksi balapan liar dan gangguan kamtibmas lainnya selama bulan Ramadan.
“Kami bersepakat agar umat Islam bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk. Kami hadir untuk memastikan itu semua lancar melalui patroli di jam-jam rawan,” ujar Akp Hari.
Pihak Polsek Loa Kulu akan melakukan penertiban terhadap segala bentuk kegiatan masyarakat yang berpotensi memicu keributan atau mengganggu kenyamanan beribadah.
Meski berdasarkan data tahun lalu kondisi di Loa Kulu masih bisa terkendali, AKP Hari menegaskan tidak akan kendor dalam melakukan pengawasan terhadap kegiatan negatif yang dapat merusak generasi muda di Kecamatan Loa Kulu.
Editor: Erwin