Tim SAR Gabungan menemukan bocah laki-laki malang itu berjarak 18 kilometer dari lokasi awal terjatuh dan hilang di Sungai Mahakam kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan ilir.
Diketahui sejak laporan anak hilang diterima, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, relawan serta dibantu warga sekitar langsung melakukan operasi pencarian secara intensif. Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi kejadian hingga ke arah hilir Sungai Mahakam.
Koordinator Pos SAR Samarinda Mardi Sianturi, menjelaskan, penemuan anak kelas 1 Sekolah Dasar (SD) tersebut berawal dari informasi yang diterima tim di lapangan yang berasal dari anak buah kapal (ABK) dan warga sekitar yang melihat keberadaan anak tersebut di sela-sela kapal tugboat yang sedang bersandar.
“Pagi ini tim SAR Gabungan mendapatkan informasi dari ABK kapal dan warga sekitar di antara celah kapal tugboat TB Mahkota dan TB Marina. Setelah menerima informasi itu, tim langsung bergerak cepat melakukan evakuasi,” ujar Mardi saat ditemui di Posko Sementara Pos SAR Samarinda.
Anak tersebut ditemukan dalam kondisi telungkup dan mengambang di permukaan air. Identitas anak tersebut juga telah dipastikan oleh pihak keluarga setelah dilakukan pencocokan pakaian yang dikenakan saat tenggelam.
Tim SAR Gabungan menghadapi kendala berupa derasnya arus Sungai Mahakam serta banyaknya tumpukan sampah dan berbagai obstakel di perairan.
“Kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur Tim SAR Gabungan serta warga yang telah membantu dan mendoakan agar korban segera ditemukan,” ucap Mardi.
Editor: Aspian Nur