Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani, menjelaskan bahwa korban tenggelam setelah perahu yang digunakannya mengalami kecelakaan air pada Jumat (19/12/2025) petang.
Peristiwa tersebut sontak membuat warga setempat bersama relawan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
“Kami menerima laporan adanya korban tenggelam di perairan Sungai Mahakam. Setelah itu, personel Damkar Matan Kukar bersama relawan dan warga langsung melakukan penyisiran,” ujar Fida.
Upaya pencarian yang dilakukan petugas bersama warga akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan sekitar pukul 12.44 Wita di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di wilayah Desa Separi.
Jenazah ditemukan sekitar 50 meter dari titik awal dugaan korban tenggelam.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Desa Embalut RT 09 untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Telah kami serahkan kepada pihak keluarga, dan anggota kembali ke satuan masing-masing,” terangnya.
Diketahui, sebelumnya pengemudi sekaligus pembalap perahu tradisional jenis ketinting tersebut dikabarkan tenggelam dan hilang di perairan Desa Embalut.
Saat itu, perahu yang kemudikan dalam latihan jelang mengikuti lomba balapan perahu terbalik saat melaju dalam kecepatan tinggi. Insiden terjadi sekitar pukul 18.00 WITA jelang waktu salat Magrib.
Editor: Erwin