Seorang asisten rumah tangga (ART), pergelangan tangannya putus dibacok seorang pria hanya karena ada dugaan pria tersebut berhalusinasi, melihat penampakan makhluk gaib.
Kapolsekta Samarinda Ulu AKP Wawan Gunawan kepada Korankaltim.com Rabu (17/12/2025) hari ini menceritakan kronologis kejadian.
Sebelum kejadian disebuah rumah kawasan Juanda 2 tersebut sedang ramai karena keluarga berkumpul. Tiba-tiba A, pria berusia 25 tahun, membacok AG, wanita berusia 23 tahun yang merupakan ART, menggunakan senjata tajam jenis parang hingga pergelangan tangan kirinya putus.
“Pelaku sempat menyampaikan kepada keluarganya ia melihat ART itu seperti penampakan atau makhluk lain. Dari situ kemudian terjadi keributan yang berujung pada penganiayaan berat,” ujar Wawan.
Seorang saksi yang berada di halaman belakang rumah sesaat setelah kejadian mendengar suara ribut dari dalam rumah. “Saksi masuk ke ruang tamu dan mendapati ART itu sudah tergeletak di lantai dalam kondisi bersimbah darah,” jelasnya.
Akibat serangan tersebut, tak hanya pergelangan tangan yang putus, AG juga mengalami luka berat di beberapa bagian tubuhnya. “Korban mengalami luka robek di bagian kepala pada area pelipis, luka robek di pergelangan tangan kanan, serta pergelangan tangan kiri yang terputus akibat sabetan parang sepanjang kurang lebih 40 sentimeter,” ungkap Wawan.
Usai menyerang AG, emosi A masih berlanjut. “Pelaku sempat mengejar anggota keluarga lain sambil membawa senjata tajam,” paparnya.
Situasi akhirnya dapat dikendalikan setelah ayah A turun dari lantai dua rumah dan menenangkan putranya. “Beruntung pelaku berhasil ditenangkan sehingga tidak ada korban tambahan,” lanjut Wawan.
Pihak keluarga kemudian menghubungi kepolisian dan ambulans. “Korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie untuk mendapatkan penanganan medis,” imbuhnya.
A sendiri diamankan sekitar pukul 00.10 WITA dan berdasarkan keterangan keluarga pria itu diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan. “Dia pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa, sehingga kami bawa kembali ke rumah sakit jiwa untuk pemeriksaan lanjutan,” tutup Wawan.
Editor: Aspian Nur