Dalam hitungan menit, api cepat membesar sehingga warga langsung berlarian mencari bantuan.
Seorang saksi di lokasi, Reni (34), yang tinggal tak jauh dari bangunan tersebut, mengatakan bahwa api muncul secara tiba–tiba dari lantai dua.
“Awalnya saya lihat asap tebal keluar dari lantai dua, terus dalam beberapa menit apinya langsung besar,” ujarnya.
Lanjutnya, suasana saat itu sangat kacau karena penghuni rumah berusaha menyelamatkan diri.
“Barang-barang di dalam rumah sama sekali tidak sempat diangkat. Api cepat sekali menyambar ke seluruh bagian atas. Kami langsung lari cari bantuan dan telepon pemadam,” katanya.
Sementara itu, Komandan Pos (Danpos) Posko 2, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, Barkani menjelaskan pihaknya menerima laporan awal dari pusat komando.
“Kita terima informasi 65 dari Puskom bahwa kejadian 65 di Jalan Ery Suparjan. Jadi langsung kita tanggapi dari Posko 2, kita langsung ke TKP,” ujarnya.
Barkani menyebutkan objek yang terbakar merupakan bangunan dua lantai. “Yang terbakar ini rumah warung, lantai dua. Jadi di bawah warung makan, di atasnya rumah,” jelasnya.
Ia memastikan hanya satu bangunan yang terdampak. Namun, upaya pemadaman sempat terkendala kondisi sekitar. Proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit
“Jalur sempit dan minim air. Kendala lain, tadi PLN sempat belum padam dan kabel terbakar, anggota hampir tersengat,” akunya.
Ia menambahkan, sebanyak 15 personel dari dua posko diterjunkan, ditambah dukungan dari Posko 3. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, tetapi terdapat empat korban yang mengalami luka-luka.
“Korban luka dua orang luka bakar dan dua orang sesak napas,” terangnya.
Untuk penyebab kebakaran, pihaknya menduga kuat berasal dari korsleting listrik.
Editor: Erwin