Itu setelah sebuah kecelakaan kerja terjadi yang membuat Tama dan Sudarno, dua pekerja bangunan tersebut, tertimbun reruntuhan dinding beton saat bangunan dibongkar.
Awalnya mereka bekerja seperti biasa membongkar bangunan rumah namun suasana mendadak berubah ketika dinding rumah berukuran besar yang sedang dibongkar ambruk dan menimpa keduanya, membuat para pekerja lain panik dan berusaha memberikan pertolongan.
Hendra, saksi mata di tempat kejadian mengatakan Tama dan Sudarno berada sangat dekat dengan dinding yang sedang dirobohkan. Struktur bangunan sendiri terlihat rapuh hingga akhirnya dinding roboh tanpa tanda-tanda.
“Dari tadi pagi retak-retaknya sudah kelihatan, tapi kami kira masih aman. Tiba-tiba jatuh cepat sekali. Kami tidak menyangka,” kata Hendra kepada Korankaltim.com saat ditemui di lokasi siang tadi.
Usai runtuh debu tebal membuat area sekitar gelap dan membingungkan para pekerja. Situasi semakin mencekam ketika suara runtuhan diikuti teriakan pekerja lain yang meminta bantuan. “Semuanya terjadi cepat sekali. Kami bahkan tidak sempat menarik mereka. Kami langsung panggil orang, takutnya dua-duanya nggak selamat,” ucap Hendra lagi.
Beberapa menit kemudian, tim medis dokter on call tiba di lokasi dan menemukan Tama dan Sudarno dalam kondisi lemah tak sadarkan diri dan mengalami luka cukup parah. “Kondisi mereka memprihatinkan saat ditemukan. Luka-lukanya cukup berat,” sebutnya.
Tama mengalami luka robek di kepala, sementara Sudarno mengalami cedera berat di beberapa bagian tubuh. “Kami lakukan penanganan cepat agar keduanya bisa segera mendapat perawatan intensif di rumah sakit,” lanjutnya.
Petugas Polresta Samarinda dan Polsek Samarinda Ulu kemudian memasang garis polisi dan mengamankan lokasi. Pamapta 3 Polresta Samarinda Ipda Riyan Rizki Hidayat mengatakan keselamatan pekerja lain menjadi prioritas.
“Kami pastikan lokasi aman dulu sebelum melanjutkan langkah lain,” kata Riyan.
Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti runtuhnya dinding dan polisi masih mengumpulkan keterangan dari saksi. “Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan menunggu perkembangan kondisi korban,” jelasnya.
Prosedur pembongkaran juga akan ditinjau ulang. “Kami ingin mengetahui apakah standar keselamatan sudah diterapkan sesuai aturan,” ujar Riyan.
Pihak kepolisian memastikan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh untuk melihat apakah terdapat unsur kelalaian.
Editor: Aspian Nur