Itu setelah warga mendapati seorang bocah dalam kondisi tak bernyawa di dalam parit atau
saluran drainase kawasan tersebut, sekitar pukul 16.40 WITA.
Kejadian bermula dari laporan orang hilang yang disampaikan keluarga pada pagi hari. Bocah tersebut tak kunjung ditemukan hingga akhirnya warga mendapati tubuhnya hanyut di parit pada sore harinya.
Keluarga disebut mulai melakukan pencarian sejak pukul 10.00 WITA, menyisir berbagai sudut permukiman dan menanyakan ke sejumlah tetangga namun tidak ada satu pun yang melihat keberadaan anak tersebut.
Harapan keluarga untuk menemukan sang bocah masih selamat mendadak padam ketika seorang warga, Ari Kurniawan, melihat ada benda mencurigakan di bawah rumah panggungnya.
Ari menuturkan saat itu ia secara tidak sengaja melihat sesuatu mengapung di permukaan air.
“Awalnya saya kira hanya tumpukan sampah yang nyangkut di parit. Tapi setelah saya perhatikan lebih dekat, ternyata ada rambut yang terlihat jelas. Dari situ saya langsung memanggil warga lain untuk memastikan,” ujarnya kepada Korankaltim.com.
Warga yang berdatangan hanya dapat melihat dari tepi parit. Kondisi saluran air yang sempit dan dalam membuat mereka ragu untuk turun mengevakuasi. Situasi itu berubah ketika seorang anggota keluarga korban akhirnya memutuskan masuk ke parit guna mengangkat jasad si bocahh kemudian dibawa ke teras rumah Ari sebelum petugas datang.
“Begitu jasad berhasil dinaikkan, saya langsung hubungi tim Inafis agar segera dilakukan pemeriksaan,” tambah Ari.
Bocah itu diketahui berjenis kelamin perempuan dan diperkirakan masih usia sekolah dasar.
"Saat dibawa mengenakan baju berwarna kuning, tubuhnya sudah mulai membiru ," ungkapnya
Informasi awal yang beredar di lingkungan setempat menyebutkan keluarga bocah merupakan pendatang baru yang baru pindah dari daerah Perangat.
Hingga berita ini diturunkan, petugas kepolisian bersama Unit Inafis Polresta Samarinda masih berada di lokasi untuk melakukan olah TKP, pengambilan data identitas, hingga pemeriksaan lanjutan. Polisi juga mengumpulkan keterangan saksi dan keluarga untuk mengungkap bagaimana korban bisa terjatuh dan hanyut di parit tersebut.
Editor Aspian Nur