Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 20.00 WITA itu menghanguskan sejumlah lapak milik para pedagang.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Samarinda dari posko lima pun langsung dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan.
Salah satu personel Disdamkartan, Naufan, mengatakan bahwa pihaknya langsung berupaya memadamkan api begitu tiba di lokasi kejadian.
“Kejadiannya sekitar pukul delapan malam. Kami langsung menuju lokasi begitu dapat laporan dari warga. Api berhasil kami padamkan sekitar 20 menit kemudian,” ujarnya.
Ia menuturkan, lapak yang terbakar merupakan milik pedagang yang sehari-harinya menjual kebutuhan pokok seperti ayam, ikan, buah, dan nasi kuning.
“Yang terbakar itu lapak-lapak jualan warga, ada sekitar lima sampai enam lapak yang terdampak,” jelasnya.
Ia menambahkan proses pemadaman sempat mengalami kendala karena minimnya sumber air di sekitar lokasi. Namun, berkat bantuan dari unit tangki tambahan, api berhasil dikendalikan dan tidak merembet lebih jauh.
“Memang kendalanya titik air di sini kurang, tapi dengan bantuan unit tangki lain akhirnya bisa teratasi,” tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, kebakaran diduga disebabkan korsleting listrik. “Kemungkinan besar karena korsleting listrik, tapi penyebab pastinya masih diselidiki,” ungkap Naufan.
Sementara itu, Ketua RT 15 Jumiati mengatakan dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah dihubungi warga.
“Saya di rumah tadi, terus saya ditelepon, baru saya tahu,” katanya.
Ia menjelaskan, api pertama kali muncul dari belakang salah satu lapak dan langsung menjalar ke depan. “Bilangnya, apinya dari belakang langsung menjalar ke depan,” ucapnya
Jumiati mengungkapkan, lapak yang terbakar kebanyakan dimiliki pedagang dari luar wilayah RT 15 dan tidak memiliki izin resmi untuk berjualan.
“Yang jualan di sini bukan warga asli, dan memang tidak ada izinnya. Sudah pernah saya sampaikan supaya mundur dari dekat sungai karena di situ tidak boleh jualan,” tutupnya.
Editor: Erwin