Belakangan diketahui pria tersebut adalah A, berusia 53 tahun yang selama ini dikenal warga sebagai penjaga malam atau wakar di sekitar lingkungan tersebut.
Sania, warga setempat, membenarkan kalau A memang sudah lama tinggal di kawasan itu. “Memang tinggal disini, dulu dia wakar kampung tapi sekarang kerja sebagai wakar di Sari Rasa,” jelas Sania kepada Korankaltim.com.
Menurut Sania, pagi sebelum kejadian A masih terlihat beraktivitas seperti biasa, sempat berbincang dengan pria itu ketika melihatnya bersandar di tembok. “Katanya tadi pagi dia sempat merasa sakit di bahu. Saya tanya kenapa, dia bilang ‘nggak papa’,” tutur Sania.
Selama ini A dikenal pendiam dan jarang bergaul dengan warga sekitar. “Sendirian, nggak ada keluarganya. Aslinya beliau orang Kalteng,” tambahnya.
Warga sekitar mengaku terkejut karena A masih terlihat sehat pada pagi harinya sebelum ditemukan tak bernyawa di parkiran kafe tersebut.
Penemuan jenazah itu pertama kali diketahui warga yang melintas di area parkir kafe sekitar pukul 11.30 WITA. Melihat pria itu dalam posisi tergeletak, warga langsung melapor ke pihak kepolisian.
Polisi dari Polresta Samarinda dan tim Inafis segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi di area parkir tersebut.
“Siang ini kami mendapatkan laporan bahwa ada warga yang menemukan jenazah di TKP Jalan Danau Semayang, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota,” kata personel Pamapta Satu Polresta Samarinda Ipda Rifqhi Sactio.
Rifqhi menjelaskan, hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum. “Dugaan awal meninggal karena sakit. Belum ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” terangnya.
Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih menunggu hasil visum guna memastikan penyebab pasti kematian A.
Editor: Aspian Nur