Informasi yang diperoleh Korankaltim.com, polisi berpangkat Brigadir Satu (Briptu) itu tak keluar kamar dan tidak merespons panggilan dari rekan sesama penghuni asrama sejak dua hari sebelum ditemukan tak bernyawa. Kecurigaan mulai muncul ketika aktivitasnya yang biasanya rutin tiba-tiba terhenti. Saat kamar diperiksa, AS ditemukan dalam kondisi tergantung dan sudah tidak bernyawa.
Tim Inafis melakukan pemeriksaan awal di lokasi untuk mengamankan berbagai bukti dan memastikan penyebab kematian almarhum untuk kemudian membawanya ke RSUD Abdul Wahab Syahranie untuk divisium. Dari hasil pengecekan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh AS. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan mengenai aktivitas dan kondisi almarhum dalam beberapa hari sebelum peristiwa terjadi.
Kasi Humas Polresta Samarinda Ipda Novi Hari mengakui adanya peristiwa kemadian seorang polisi tersebut dan menyebut penyelidikan masih berjalan untuk memastikan penyebab pasti. “Benar, ada anggota kami ditemukan meninggal dunia di asrama. Saat ini penyidik masih mendalami dan menunggu hasil pemeriksaan,” ujar Novi saat dikonfirmasi media ini Senin (3/11/2025) hari ini.
Meski belum ada keterangan resmi mengenai motif, sejumlah pihak menilai kasus ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental aparat. Tekanan kerja, jam tugas panjang, hingga tuntutan publik sering kali menjadi beban tersendiri bagi anggota di lapangan.
Editor: Aspian Nur