Fajar dikabarkan tenggelam pada Kamis (23/10/2025) sore kemarin dan pada hari kedua pencarian Jumat (24/10/2025) sejak pagi tadi, tim gabungan dari Basarnas, BPBD, relawan, serta organisasi pencinta alam kembali melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.
Koordinator Pos SAR Samarinda Mardi Sianturi mengatakan, pada hari kedua ini, fokus pencarian dilakukan dengan metode penyapuan ke arah hilir. “Kami melakukan penyapuan atau pencarian ke arah hilir sejauh dua kilometer,” jelas Mardi kepada Korankaltim.com di lokasi pencarian.
Pencarian melibatkan sebuah rubber boat milik Basarnas, dibantu perahu tambahan dari beberapa instansi lain. “
Tim pencarian menghadapi sejumlah hambatan di lapangan akibat kondisi alam yang kurang bersahabat. “Tantangan yang kami hadapi di lapangan cukup berat, terutama derasnya arus sungai dan naiknya debit air,” jelas Mardi lagi.
Peningkatan debit air terjadi karena tingginya curah hujan di wilayah Samarinda dalam beberapa hari terakhir. “Sekarang ini memang sudah masuk musim penghujan, jadi kami juga harus tetap waspada, khawatir ada limpahan air dari daerah hulu,” jelasnya.
Untuk area operasi radius pencarian difokuskan sejauh dua kilometer dari lokasi terakhir Fajar terlihat. “Radius pencarian hari ini kami buat sejauh dua kilometer karena derasnya arus,” katanya.
Namun kalau hasil pencarian pada radius tersebut belum membuahkan hasil, maka tim akan memperluas area penyisiran. Mardi berharap seluruh upaya pencarian dapat membuahkan hasil secepatnya. “Kami mohon doa dari masyarakat agar korban segera ditemukan, Kalau nanti belum juga ditemukan, akan kami tambah lagi sekitar satu kilometer, jadi total kurang lebih tiga kilometer,” ucap Mardi.
Hingga berita ini diterbitkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Karang Mumus dengan tetap memantau kondisi cuaca dan arus sungai yang semakin meningkat.
Diberitakan sebelumnya, Fajar Hidayatullah, pemuda berusia 18 tahun, diduga terseret arus SKM yang deras saat berenang sore kemarin sekitar pukul 16.30 WITA. Fajar berenang bersama teman dan keluarganya dan hujan deras yang mengguyur Kota Tepian membuat debit air SKM tak hanya meningkat tapi juga deras sehingga Fajar tak mampu melawan arus hingga akhirnya terseret dan tenggelam.
Editor: Aspian Nur