Informasi awal diperoleh dari penyelidikan intelijen BNN Kaltim yang mendeteksi adanya kendaraan dari arah Balikpapan menuju Bontang diduga membawa narkotika.
Menindaklanjuti laporan itu, Satuan Samapta Polresta Samarinda mengerahkan Unit Patroli 110 Beat Regu 3 untuk melakukan pemantauan di lapangan.
Kasat Samapta Polresta Samarinda, Kompol Baharuddin mengatakan patroli tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengamanan terbuka yang rutin dilakukan di jalur-jalur utama.
“Patroli ini menjadi bagian dari upaya kami memantau jalur rawan yang kerap dimanfaatkan jaringan pengedar narkotika,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).
Sekitar pukul 21.30 Wita, petugas menerima laporan adanya kendaraan mencurigakan yang melintas di kawasan Sungai Siring.
Polisi kemudian berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas di Pos Sungai Siring untuk melakukan penyekatan dan persiapan pemeriksaan.
Menurut Baharuddin, langkah cepat itu diambil agar target tidak sempat meloloskan diri.
“Kami tidak ingin ada celah bagi pelaku untuk lolos. Begitu laporan masuk, seluruh personel langsung disiagakan di titik pengawasan,” ungkapnya.
Sekitar satu jam kemudian, tim BNN Kaltim tiba di lokasi dan bergabung dengan personel Polresta Samarinda. Tak lama setelah itu, sebuah mobil Toyota Avanza berwarna perak melintas dan langsung dihentikan.
Dari hasil penggeledahan, ditemukan dua bungkus besar berisi kristal putih yang diduga sabu.
“Kami lakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan tersebut, dan benar, ditemukan dua paket besar sabu yang disembunyikan dengan rapi,” jelas Baharuddin.
Pelaku berinisial ASL (33), warga Bontang, diamankan bersama barang bukti dan dibawa ke Kantor BNN Provinsi Kaltim untuk penyelidikan lebih lanjut.
Dari hasil interogasi awal, ASL mengaku membawa sabu tersebut untuk dikirim ke wilayah Bontang.
Baharuddin menegaskan, sinergi antara kepolisian dan BNN menjadi langkah penting dalam memberantas peredaran gelap narkotika di Samarinda.
“Kolaborasi seperti ini menjadi bukti komitmen kami untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkoba,” pungkasnya.
Editor: Erwin