Api yang diduga berasal dari rumah seorang warga bernama Abdullah itu cepat membesar dan menghanguskan sedikitnya 20 bangunan, membuat 34 kepala keluarga atau 88 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Dalam hitungan menit, kobaran api menjalar cepat ke rumah tetangga di kanan-kiri. Pemilik rumah dari titik awal munculnya api hanya sempat menyelamatkan diri bersama keluarga tanpa membawa apa pun.
“Saya tidur, tiba-tiba dengar orang teriak kebakaran. Begitu keluar, api sudah besar. Gak sempat selamatkan barang, langsung lari sama keluarga,” ujarnya dengan wajah lesu.
Lanjutnya, hampir seluruh tetangga di deret rumahnya juga dinilai tidak sempat menyelamatkan barang berharga karena api sudah terlanjur membesar.
Ia pun mengaku hanya bisa pasrah melihat sisa puing rumahnya yang kini tinggal arang dan belum tahu harus tinggal di mana setelah kejadian ini
Sementara itu, Kepala Disdamkartan Samarinda, Hendra AH kebakaran yang bermula dari rumah Abdullah tersebut meludeskan 20 bangunan lainnya. Total ada 34 kepala keluarga atau 88 jiwa yang kini kehilangan tempat tinggal.
“Enam kendaraan turut terbakar, sementara delapan relawan luka ringan dan empat orang mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal,” ujarnya
Diakuinya, untuk dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. “Asal api pertama kali terlihat di rumah Bapak Abdullah. Dugaan awal karena korsleting listrik, tapi penyelidikan masih dilakukan oleh pihak kepolisian,” jelas Hendra.
Ditambahkannya, padatnya permukiman serta banyaknya rumah kayu membuat api dengan cepat membesar. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Editor: Erwin