Si jago merah mengamuk dan menghanguskan sekitar 20 rumah warga di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Samarinda, Hendra AH menjelaskan adanya peristiwa tersebut.
Menurutnya, tim pemadam menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama akses jalan yang sempit dan kondisi lingkungan yang padat.
“Kendalanya jalan sempit, rumah-rumah berada di dalam gang dan padat penduduk. Selain itu, kondisi saat itu masih gelap sehingga menyulitkan petugas,” ujar Hendra saat ditemui di lokasi kejadian.
Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, namun pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari aparat berwenang.
“Untuk penyebabnya sementara diduga korsleting listrik. Korban jiwa belum diketahui karena data masih kami kumpulkan. Api juga cepat membesar karena sebagian besar rumah terbuat dari kayu,” ucap Hendra lagi.
Dalam penanganan kebakaran ini, Disdamkartan Samarinda menurunkan 12 mobil pemadam dan dibantu oleh lima pos bantuan relawan kebakaran.
“Kami turunkan sekitar 12 unit truk pemadam, dibantu oleh relawan dari lima posko. Proses pemadaman sempat terkendala karena sumber air yang jauh dan jalan yang sulit dilalui,” ungkap Hendra.
Salah satu warga bernama Rudi, yang menjadi saksi mata mengatakan api pertama kali terlihat dari rumah di tengah gang.
Awalnya saya lihat ada asap tebal dari rumah di tengah, terus api langsung membesar. Kami berusaha bantu padamkan dengan air seadanya, tapi apinya cepat sekali menjalar ke rumah lain,” kata Rudi kepada Korankaltim com.
Rudi menambahkan, sejumlah warga tak sempat menyelamatkan barang-barang berharga karena api begitu cepat membesar.
“Banyak yang panik, ada juga motor yang tidak sempat dikeluarkan,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, petugas masih melakukan pendinginan di lokasi untuk mencegah api kembali muncul.
Editor Aspian Nur