Hal tersebut terjadi setelah warga menemukan seorang pria dalam keadaan tidak bernyawa di dalam rumahnya.
Korban diketahui berinisial D, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang. Ia dikenal cukup tertutup dalam pergaulan.
Budi (31), salah satu saksi yang juga merupakan anak korban, menjelaskan bahwa informasi awal mengenai penemuan jenazah ayahnya didapat dari keluarga terdekat.
“Informasi awal saya dapat dari saudara. Ia tinggal sendiri, dan memang punya riwayat penyakit asma,” kata Budi saat ditemui di lokasi penemuan.
Lanjutnya, keseharian ayahnya terbilang sederhana. Ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja dan pulang langsung ke rumah.
“Beliau biasanya pagi berangkat kerja, pulang sore atau malam, lalu langsung ke rumah. Jarang sekali keluar, bahkan hampir tidak pernah bergaul dengan tetangga. Kalau tidak salah, terakhir keluar rumah itu hari Jumat, sempat main ke rumah saudaranya,” ungkapnya.
Penemuan jasad korban sempat membuat warga sekitar kaget. Pasalnya, almarhum tidak pernah menampakkan gelagat aneh sebelumnya. Meski begitu, sebagian warga sudah mengetahui bahwa ia mengidap penyakit asma yang cukup lama dideritanya.
“Kalau dilihat, memang kondisinya sudah begitu. Jadi setelah ditemukan, langsung dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan sebelum akhirnya dimakamkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kanit Inafis Polresta Samarinda Aipda Herry Cahyadi mengatakan bahwa jenazah sudah dua hari di dalam rumah.
“Hari ini kita berhasil mengevakuasi seorang jenazah dan kondisi jenazah sudah meninggal selama dua hari, dari hasil investigasi sementara kondisi sudah membusuk jadi kami langsung bawa ke rumah sakit Abdul Wahab Syahranie, untuk selanjutnya masih menunggu hasil dari tim forensik untuk lebih lanjut nya,” ungkap Herry
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman atas kejadian tersebut.
Meski dugaan awal mengarah pada faktor kesehatan, khususnya riwayat asma, aparat tetap akan memastikan penyebab pasti kematian korban.
Editor: Erwin