Namun dalam beberapa waktu ke depan, setidaknya keinginan untuk menyantap makanan di warung tersebut harus ditahan. Pasalnya, Warung Makan Bu Sum terbakar pada Sabtu (20/9/2025) siang tadi sekitar pukul 12.15 WITA.
Sebuah tabung gas yang diduga berasal dari warung makan itu saat sedang tutup jadi pemicu kebakaran, berimbas pada sebuah toko kelontong yang berada disebelahnya.
Dalam waktu sekitar 40 menit, sekitar pukul 13.25 WITA, api baru berhasil dipadamkan yang menurut Kepala Seksi Pemadaman dan Investigasi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda Wishnu, banyaknya warga yang menjadikan musibah kebakaran sebagai tontonan membuat mereka tak leluasa bergera untuk segera memadamkan si jago merah.
Lokasi kebakaran berada ditepi jalan dan berdekatan dengan Masjid Nurul Mukminin sehingga jamaah masjid juga melihat saat api berkobar usai salat Dzuhur.
“Kami turunkan dua posko lengkap dengan enam unit mobil Damkar. Di lapangan kami dibantu PMK swasta, relawan, BPBD, hingga tim medis. Alhamdulillah api bisa dikendalikan dalam waktu 40 menit,” kata Wishnu kepada Korankaltim.com.
Sumber api diduga berasal dari dapur Warung Makan Bu Sum akibat ledakan tabung gas. “Informasi awal, api muncul dari ruang dapur warung makan. Dugaan sementara karena tabung gas meledak, tapi untuk kepastian masih dalam penyelidikan kepolisian,” jelas Wishnu.
Pasokan air yang cukup dan guyuran hujan membantu proses pemadaman. “Kendala utama hanya kerumunan masyarakat. Tapi secara teknis tidak ada hambatan berarti, api berhasil kami kuasai sebelum menjalar lebih luas,” tambahnya.
Data sementara menyebutkan empat kepala keluarga dengan total 16 jiwa terdampak. Seorang relawan dilaporkan mengalami luka di tangan saat proses pemadaman, sementara korban jiwa tidak ada. Hingga kini lokasi kejadian masih dalam pengawasan aparat kepolisian dan relawan. Pihak PLN juga sempat memutus aliran listrik guna mencegah bahaya lanjutan.
Editor: Aspian Nur