Dalam video yang beredar, tampak empat hingga lima orang di siang hari menggunakan masker dan mengendarai motor tanpa plat nomor mendatangi rumah warga. Beberapa pelaku terlihat berusaha berinteraksi dengan penghuni rumah, sementara sisanya berjaga dengan mengawasi situasi sekitar.
Kecurigaan semakin menguat setelah kelompok tersebut mengetahui rumah dalam keadaan kosong. Mereka langsung melancarkan aksinya dengan masuk secara paksa, mengambil sejumlah barang berharga, lalu melarikan diri.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menyampaikan pihaknya terus memantau perkembangan kasus ini dan segera merespons keresahan masyarakat. Ia juga menginstruksikan jajarannya agar meningkatkan patroli rutin di lingkungan warga.
“Untuk jajaran kepolisian tadi pagi sudah saya sampaikan kepada anggota bahwa kejahatan itu tidak hanya Reskrim saja, tapi dari Binmas perlu memberikan imbauan, dari satuan Sabhara meningkatkan patroli, dan itu sudah saya sampaikan tadi pagi,” ujar Hendri saat di konfirmasi Korankaltim.com, (16/09/2025).
Ia juga meminta masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, sebab pola pelaku yang menggunakan masker dan kendaraan tanpa plat nomor menunjukkan aksi tersebut sudah terencana.
“Jadi kalau ada yang seperti ini warga masyarakat juga harus waspada. Jangan sampai semua orang yang mengetuk rumah langsung dibukakan pintu, apalagi jika di dalam hanya ada perempuan dan anak-anak. Pola seperti ini bukan sekadar nekat, tapi mereka tahu cara menghindari pengawasan, termasuk CCTV yang terpasang di lingkungan warga,” tambahnya.
Lebih lanjut, Hendri Umar mendorong masyarakat untuk kembali mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sebagai langkah pencegahan.
“Tadi pagi pun saya sampaikan kepada anggota bahwa kita harus memaksimalkan upaya pencegahan, terutama Siskamling harus benar-benar diaktifkan agar bisa mencegah kejahatan,” tegasnya.
Hendri tekankan telah memerintahkan seluruh jajarannya di lapangan agar di setiap kelurahan miliki banyak pos Siskamling untuk membantu menjaga keamanan lingkungan.
“Saya juga sudah perintahkan kepada Bhabinkamtibmas, paling tidak di setiap kelurahan ada sekitar 7–10 Siskamling untuk membantu keamanan. Karena dengan keterbatasan yang ada, pihak kepolisian tidak mungkin bisa mengcover semuanya,” tandasnya.
Ditambahkannya, kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan tidak hanya menyasar ruang publik, tetapi juga permukiman warga. Dengan kombinasi patroli polisi, pemanfaatan teknologi CCTV, serta aktifnya sistem keamanan warga, ruang gerak pelaku bisa semakin terbatas.
“Kami berkomitmen menuntaskan kasus ini sampai para pelaku tertangkap. Namun kami juga berharap masyarakat tidak ragu melapor jika melihat aktivitas mencurigakan,” tutupnya.
Editor: Erwin