Dalam operasi tersebut, polisi ringkus 17 pelaku yang diduga terlibat langsung dalam aksi pencurian serta menyita 14 unit sepeda motor dari berbagai lokasi di kota.
“Ini angka yang cukup tinggi. Dari 17 kasus itu, sebagian besar terjadi karena kelengahan korban, baik di lingkungan rumah maupun area publik,” ungkap Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, dalam konferensi pers, Selasa (5/8/2025).
Lanjutnya, pelaku dalam hal ini memanfaatkan kesempatan saat motor ditinggal dalam keadaan tidak terkunci stang, atau diparkir tanpa pengawasan. Beberapa pelaku bahkan dengan tenang memantau situasi sebelum bertindak, seolah terbiasa dengan rutinitas warga. Pasalnya, dari hasil penyidikan, polisi mendapati bahwa tidak semua tersangka saling mengenal.
“Ada yang beraksi sendiri, ada juga yang memang sudah sering melakukannya secara berkelompok. Tapi tidak terhubung dalam satu sindikat besar,” tambahnya.
Kasus-kasus curanmor ini tersebar di berbagai kecamatan di Samarinda, mulai dari Samarinda Ulu, Sungai Pinang, hingga Loa Janan Ilir. Motor yang dicuri kebanyakan jenis matic.
Sementara motor hasil curian umumnya disamarkan dengan mengganti pelat nomor atau nomor rangka. Polisi kini menelusuri kemungkinan adanya jalur penjualan antardaerah.
Meski pengungkapan ini menunjukkan keseriusan kepolisian, Kombes Pol Hendri menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah kejahatan serupa.
Penggunaan kunci ganda, pemasangan CCTV, serta meningkatkan kewaspadaan di lingkungan tempat tinggal menjadi langkah awal yang sangat dibutuhkan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Warga harus aktif menjaga lingkungannya. Jangan beri ruang bagi pelaku untuk bergerak leluasa,” ujarnya.
Meski banyak kasus berhasil diungkap, kenyataannya ancaman curanmor belum sepenuhnya mereda. Deretan motor hilang tetap menjadi keluhan rutin warga, bahkan beberapa korban mengaku trauma hingga membatasi mobilitas mereka sehari-hari.
Kepolisian pun terus mendorong warga agar segera melapor bila menemukan aktivitas mencurigakan, dan tidak ragu memberikan informasi sekecil apa pun.
“Keamanan kota ini adalah tanggung jawab bersama. Jika semua pihak peduli, ruang gerak pelaku akan makin sempit,” pungkasnya.
Editor: Erwin