Fakta ini terkuak usai Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Timur (BNNP Kaltim) menggerebek dua titik di Jalan AM Sangaji (eks Jalan Belibis) Gang 1 dan Gang 3 Jumat (1/8/2025) dini hari tadi.
Sebanyak 94 orang diamankan dalam penggerebekan tersebut. Mereka diduga merupakan pengguna yang datang ke lokasi untuk membeli narkoba, tujuh diantaranya adalah wanita. Sementara para pengedar diketahui sudah lebih dulu melarikan diri setelah mendapat informasi kedatangan aparat.
“Kami masuk dari pinggir jalan saja, tapi mereka sudah tahu duluan. Ada yang loncat ke sungai, ada yang kabur lewat jalur belakang,” ungkap Kepala Seksi Intelijen BNNP Kaltim, AKP Dwi Wibowo Laksono kepada Korankaltim.com hari ini.
Menurutnya, sistem distribusi yang mereka temukan di lokasi tidak berjalan secara spontan tetapi dibangun secara rapi. Terdapat titik-titik pengawasan dan pemantauan yang aktif selama 24 jam. Warga sekitar bahkan melaporkan aktivitas mencurigakan ini sudah terjadi sejak sebulan terakhir, dengan lalu lalang orang asing hampir sepanjang hari.
“Ini bukan sekadar tempat transaksi, tapi sudah seperti pasar terbuka narkoba. Sangat meresahkan masyarakat,” sebut Dwi lagi.
Dari 94 orang yang diamankan, mayoritas dinyatakan positif menggunakan narkoba berdasarkan hasil tes urine. Mereka kemudian dibawa ke fasilitas rehabilitasi BNN di Tanah Merah untuk menjalani asesmen medis guna menentukan pola penanganan, apakah melalui rawat jalan atau rawat inap.
Pendekatan yang diambil BNN terhadap pengguna sejalan dengan kebijakan nasional, tidak menghukum pengguna, melainkan menyelamatkan mereka melalui rehabilitasi. “Mereka ini korban, yang perlu dikejar adalah pengedarnya,” tegasnya.
BNN meyakini pola ini merupakan bagian dari migrasi jaringan narkoba dari wilayah lain. Karena itu, operasi ini tak hanya bertujuan menangkap pelaku, tapi juga membongkar struktur distribusinya.
“Kami tidak ingin pola ini berkembang. Kalau pasar masih hidup, akan selalu ada yang mencoba jual. Makanya pembeli kami amankan dan disadarkan,” kata Dwi.
Meski tak ditemukan barang bukti saat operasi berlangsung, BNN memastikan pengawasan terhadap lokasi akan diperketat. Mereka juga meminta peran aktif masyarakat untuk terus melaporkan setiap aktivitas mencurigakan.
“Kami tidak bisa biarkan satu titik jadi pintu masuk jaringan baru. Siapa pun penjualnya kami kejar. Tapi lebih penting lagi, pasarnya harus dimatikan bersama,” tegas Dwi.
Editor: Aspian Nur