Seorang ibu rumah tangga itu pertama kali ditemukan oleh warga setelah mereka mendengar tangisan histeris seorang anak yang terus-menerus terdengar dari dalam rumah.
Saat diperiksa, warga kaget melihat korban dalam keadaan tak bernyawa, sementara anaknya yang masih kecil berusia sekitar lima tahun berada di dekatnya dalam kondisi panik.
Kepala Desa Kota Bangun Ulu, Khairul Umam, membenarkan kejadian ini. Menurutnya, berdasarkan keterangan yang diterimanya dari ketua RT 17 Rohadi, kejadian diketahui warga usai mendengar tangisan sang anak.
“Dia (anak) ada di dalam rumah saat kejadian dan menangis melihat kondisi ibunya saat itu,” ungkapnya, saat dikonfirmasi korankaltim.com, Rabu (23/7/2025).
Saat ini, jenazah telah dievakuasi dan sudah diberangkatkan ke kampung halamannya di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kecamatan Nagara, Kalimantan Selatan untuk dimakamkan.
"Dipulangkan karena posisinya dia ini merantau tak ada keluarga di sini," ungkapnya.
Sementara keberadaan suami korban diketahui bekerja sebagai pedagang di pasar malam dan berpindah-pindah lokasi dagang. Terakhir, ia membuka lapak di wilayah Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat.
Terkait motif di balik peristiwa, pihak warga maupun aparat desa masih belum diketahui pasti penyebabnya.
Informasi ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun. Bagi Anda yang mengalami gejala depresi dengan kecenderungan pemikiran bunuh diri, segera berkonsultasi ke psikolog, psikiater atau klinik kesehatan mental terdekat.
Editor: Erwin