Kematian Remaja di Tabang Sarat Kejanggalan, Hasil Autopsi Tunggu Dua Pekan Lagi
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Erlita Budiarti
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG — Seorang remaja perempuan ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam kamar rumahnya di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik, karena keluarga korban merasa ada kejanggalan dalam kematian sang anak.
Kapolsek Tabang, IPTU Aldino Subroto, menjelaskan bahwa laporan kejadian baru diterima pihaknya sekitar dua setengah jam setelah korban pertama kali ditemukan oleh keluarga.
“Tenggang waktunya cukup lama, sekitar 2,5 jam sejak korban ditemukan hingga dilaporkan ke kami. Saat kami sampai di TKP, sudah banyak warga yang berkumpul. Keadaannya, bisa dibilang, sudah siap untuk dimakamkan,” jelasnya, kepada Korankaltim, Senin (21/7/2025).
Kondisi Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang sudah ramai didatangi warga menjadi tantangan tersendiri dalam proses penyelidikan.
“TKP-nya sudah didatangi banyak warga saat itu. Namun kami tetap berupaya maksimal dalam mengumpulkan informasi dan barang bukti,” tambahnya.
Karena merasa kematian korban tidak wajar, pihak keluarga menyetujui saran pihak kepolisian untuk dilakukan autopsi. Proses autopsi pun dilakukan di RSUD AWS Samarinda, salah satu dari tiga rumah sakit di Kalimantan Timur yang memiliki fasilitas autopsi lengkap.
“Dari hasil sementara autopsi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Tapi beberapa sampel organ dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lanjutan. Hasil resminya baru bisa keluar sekitar dua minggu lagi,” terangnya.
Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk keluarga dan kerabat dekat korban. Salah satu informasi yang tengah didalami adalah keterangan bahwa sebelum kejadian, korban sempat diantar pulang oleh temannya yang diduga memiliki hubungan kedekatan sosial. Namun, hal tersebut belum dapat disimpulkan sepenuhnya, karena pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dari autopsi yang telah dilakukan
“Dari keterangan saksi siang itu korban diantar pulang oleh pasangannya, setelah itu pacarnya langsung pergi. Keterangan ini juga masih kami dalami dan juga kami belum bisa menyimpulkan sepihak, kita masih menunggu hasil autopsi,” ujarnya.
Meski belum ada kesimpulan pasti terkait penyebab kematian, pihak kepolisian tetap melanjutkan proses penyelidikan sambil menunggu hasil resmi laboratorium.
“Status kasus ini masih penyelidikan. Jika hasil autopsi menunjukkan bahwa penyebab kematian adalah sakit, maka proses lidik kemungkinan akan dihentikan,” bebernya.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk menangani kasus ini sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku. “Kami tidak hanya hadir sebagai aparat penegak hukum, Kami berupaya mendekatkan diri dengan masyarakat dalam situasi apa pun, termasuk dalam kondisi darurat atau musibah,” pungkasnya.
Editor: Erwin










