Remaja Wanita di Tabang Diduga Tewas Tak Wajar, Polisi Lakukan Penyelidikan
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Erlita Bidiarti
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Seorang remaja wanita berusia 16 tahun berinisial AN
ditemukan meninggal dunia Kamis (17/7/2025) petang lalu sekitar pukul 18.00 WITA.
Namun kematian AN
di kamar tidurnya Desa Umaq Dian RT 003, Kecamatan Tabang, Kukar,
mengundang tanda tanya dan dianggap tak wajar
Kasus ini pun kini dalam penanganan Polsek Tabang.
Kapolsek Tabang Iptu Aldino Subroto menjelaskan, jasad AN pertama kali ditemukan oleh ayah kandungnya.
Ketika pulang dari kebun, sang ayah memanggil anaknya dari luar kamar namun tak mendapat respons. Karena curiga, ia kemudian masuk melalui jendela menggunakan tangga dan betapa terkejutnya menemukan putrinya dalam kondisi tak bernyawa di atas tempat tidur dengan bercak darah di kasur.
“Ayahnya saat itu segera melaporkan kepada kami dan anggota Polsek Tabang langsung mendatangi lokasi kejadian, berkoordinasi dengan petugas medis dari Puskesmas setempat,” jelas Aldino saat dikonfirmasi, Sabtu (19/7/2025).
Saat petugas tiba di lokasi, jasad AN telah dimandikan dan diganti pakaiannya oleh pihak keluarga, yang menyulitkan observasi awal di tempat kejadian perkara (TKP).
Pemeriksaan awal oleh tenaga medis mengungkapkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik AN termasuk di bagian vital.
Namun, terdapat busa putih keluar dari mulut korban, yang mengindikasikan kemungkinan gangguan fungsi organ atau konsumsi zat tertentu. Menyadari adanya kejanggalan, keluarga almarhumah mengizinkan proses otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian.
Hingga kini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk orangtua, kerabat dekat dan seorang remaja laki-laki berinisial A.P. yang diketahui memiliki hubungan asmara dengan AN. Keberadaan A.P dalam lingkaran sosial si gadis menjadi bagian penting dalam penyelidikan, meskipun pihak kepolisian belum menyimpulkan adanya keterlibatan.
Polisi masih menunggu hasil otopsi resmi dari rumah sakit rujukan untuk mendapatkan gambaran medis yang komprehensif.
“Dalam setiap kejadian seperti ini, kami tidak hanya hadir sebagai aparat penegak hukum, tapi juga sebagai pengayom masyarakat. Kami berupaya mendekatkan diri dengan masyarakat dalam situasi apapun, termasuk dalam kondisi darurat atau musibah,” tutup Aldino.
Editor Aspian Nur









