Korban dalam kejadian ini adalah Randi, seorang sopir truk yang sedang dalam perjalanan menuju Jalan Gunung Gandek. Ia mengaku sangat terkejut saat mendengar suara keras menghantam kaca depan mobilnya. “Tiba-tiba terdengar suara ‘dug’, kaca langsung retak. Saya langsung syok,” ujarnya, Rabu (25/6/2025).
Menurutnya, saat itu posisi duduknya yang sedikit condong ke depan menjadi penyelamat. Jika ia bersandar lebih ke belakang, peluru tersebut bisa saja mengenai tubuhnya.
“Saya nyetir seperti biasa, Cuma memang kursi agak maju dan posisi sedikit condong ke depan. Kalau agak ke belakang, mungkin lain ceritanya,” ucapnya.
Setelah kejadian itu, Randi langsung menghentikan kendaraannya dan turun untuk mengecek situasi sekitar. Namun, ia tak menemukan seorang pun di lokasi.
“Jalanan sepi, nggak ada orang atau motor lewat. Saat saya cek, kaca sudah retak karena tembakan,” katanya.
Ia mengaku sangat cemas karena kejadian serupa pernah dialami rekannya di titik yang sama beberapa waktu lalu. “Sama seperti teman saya awal bulan kemarin, lokasi dan kejadiannya mirip,” imbuhnya.
Atas kejadian ini, Randi berencana segera melaporkannya ke pihak kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti. “Melapor secepatnya, supaya bisa diselidiki dan diusut tuntas oleh pihak berwajib,” tutupnya.
Editor: Erwin