Ketika melintasi Jembatan Tiga, mobil yang dikendarainya tiba-tiba terkena peluru dari arah yang belum diketahui pasti hingga saat ini.
Kejadian itu berlangsung begitu cepat. Korban yang mengendarai mobil Toyota Calya berjalan pelan di belakang sebuah kendaraan lain. Posisi kaca mobilnya saat itu tidak sepenuhnya tertutup.
“Kaca sebelah kiri terbuka penuh, yang kanan dekat saya terbuka hanya sekitar dua jari. Saya duduk agak maju, kepala sedikit condong ke depan,” ungkapnya, Senin (9/6/2025).
Tiba-tiba, dari arah belakang terdapat suara keras seperti letupan. “Terdengar suara ‘dorrr!’ dan kaca mobil saya langsung kena tembak,” ujarnya.
Hartoni mengaku langsung refleks menaikkan kaca mobil secara penuh setelah suara tembakan itu terdengar. Tak berselang lama, ia memutuskan untuk menepi dan turun dari mobil guna mengecek situasi.
Namun, ia tak berhenti langsung di tempat kejadian perkara (TKP). Ia melaju sedikit hingga mendekati rumah warga dan turun untuk memeriksa kondisi sekitar, didapati satu peluru.
“Saya lihat-lihat, tapi nggak ada orang sama sekali. Sepi. Nggak ada kendaraan lain juga waktu itu,” jelasnya.
Ia menyatakan tidak melihat atau mendengar suara tembakan lain selain satu kali tembakan yang mengenai kendaraannya.
Meski tidak mengalami luka fisik, H mengaku syok. Ia menyadari bahwa posisinya yang sedikit condong ke depan kemungkinan besar telah menyelamatkan nyawanya.
“Kalau saya nyender seperti biasa, mungkin peluru itu bisa kena pas di tengah kepala atau leher,” ucapnya.
“Hari ini saya melaporkan kejadian ini di Polres Kukar untuk di tindak lanjuti,” tambahnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Kujar, Iptu Maryono mengatakan saat ini masih melakukan penyelidikan atas kasus ini.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang saat berkendara dan pastikan semua aman.
“Kami telah menerima laporan dari pihak terkait dan sudah masuk, saat ini masih proses penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.
Editor: Erwin