Bagaimana tidak, pria lanjut usia (lansia) itu ditemukan sudah tak bernyawa di sebuah pondok kecil yang ditempatinya selama ini, berada di tengah hutan kawasan Jalan Kediri RT 03, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda pada Selasa (20/5/2025) kemarin.
Kapolsek Palaran AKP Iswanto mengakui adanya penemuan jasad Trimo tersebut yang pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang rutin mengantarkan makanan ke gubuknya.
Saat itu pintu pondok tidak terkunci dan tubuh Trimo ditemukan tergeletak tak bernyawa di dapur. “Setelah penemuan itu, warga melaporkan ke orangtuanya yang kemudian meneruskan ke ketua RT. Dari situ kami berkoordinasi dengan unit Inafis Polresta Samarinda untuk evakuasi dan identifikasi,” ujar Iswanto kepada Korankaltim.com malam tadi.
Trimo diketahui telah lama mengidap kusta dan memilih hidup terisolasi karena penyakitnya yang menular. Informasi dari warga menyebutkan, terakhir kali lansia itu terlihat dua pekan lalu saat menjual hasil kebunnya berupa buah pisang.
“Dia sudah 10 tahun sakit dan hidup sendiri karena takut menularkan orang lain,” jelas Iswanto.
Karena tidak memiliki keluarga, warga bersama ketua RT setempat sepakat untuk memakamkan jenazah Trimo di pemakaman umum kawasan Palaran.
Editor: Aspian Nur