Pemuda berusia 24 tahun dan merupakan seorang mahasiswa tersebut sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Minggu (11/5/2025) lalu.
Kapolsek Loa Kulu, AKP Elnath, menyampaikan bahwa peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh sang ayah yang mengaku mendapatkan firasat aneh dan memutuskan menyusuri lokasi terakhir tempat putranya dikabarkan berada.
Saat memasuki area kebun, sang ayah menemukan anaknya dengan kondisi tergantung. Kemudian, kejadian tersebut segera dilaporkan ke Kepolisian Sektor Loa Kulu.
“Korban pertama kali dilaporkan hilang oleh keluarganya karena tak pulang setelah pamit keluar rumah hari Minggu. Setelah lima hari pencarian, akhirnya ditemukan sekitar jam 4 sore tadi,” jelasnya, Jumat (16/5/2025)
Dari hasil olah tempat kejadian perkara oleh Tim Inafis Polres Kukar dan jajaran relawan, ditemukan barang bukti berupa tali yang diduga digunakan untuk mengakhiri hidupnya dan satu unit handphone berwarna hitam, dan sepasang sandal jepit.
Pihak keluarga juga memilih menolak proses visum maupun autopsi, dan langsung membawa jenazah ke rumah duka untuk dimakamkan secara layak.
Polisi pun menghormati keputusan tersebut dan tetap melakukan langkah prosedural berupa pemasangan garis polisi, pengumpulan keterangan saksi dan pencatatan kronologi.
“Secara fisik tidak ditemukan tanda kekerasan,” ungkapnya.
Informasi ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun. Bagi Anda yang mengalami gejala depresi dengan kecenderungan pemikiran bunuh diri, segera berkonsultasi ke psikolog, psikiater atau klinik kesehatan mental terdekat.
Editor: Erwin