Adalah pesan berantai yang beredar lewat aplikasi perpesanan WhatsApp tak hanya berupa teks tapi juga pesan suara yang menyebutkan bakal terjadi keributan di Kota Tepian imbas penembakan yang menewaskan seorang pengusaha di Samarinda tersebut dengan motif utama adalah balas dendam.
Tak pelak beredarnya pesan berantai yang antara lain meminta masyarakat untuk tak melewati jalan tertentu juga mengimbau kepada anak-anak agar tak keluar malam naik motor tersebut membuat situasi Kota Samarinda mencekam.
Menepis informasi simpang siur yang beredar, Deni Indra Saputra, kakak almarhum penembakan menegaskan mereka tak akan melakukan upaya balas dendam atas peristiwa yang terjadi. “Kami menjamin tidak akan melakukan tindakan pembalasan terhadap para tersangka maupun keluarganya,” ucap Deni kepada Korankaltim.com Selasa (6/5/2025).
Deni kembali menegaskan mereka tidak akan melakukan tindakan anarkis yang melanggar hukum dan menyebut informasi yang beredar dapat dikatakan informasi yang tidak benar. “Bisa kami pastikan kalau itu hoaks karena kami tidak akan melakukan tindakan yang anarkis,” tegasnya.
Atas kasus yang penembakan yang telah menghilangkan nyawa adiknya itu menurut Deni sepenuhnya diserahkan dan dipercayakan kepada pihak kepolisian.
“Kami berharap semoga kepolisian bisa mengungkap kasus ini sampai tuntas hingga dapat mengungkap pelaku utama, kami juga mengucapkan terima kasih kepada kepolisian sudah bergerak cepat untuk mengungkap tersangka yang ada,” tutup Deni.
Diketahui peristiwa penembakan terhadap D yang berusia 34 tahun terjadi di depan tempat hiburan malam (THM) Jalan Imam Bonjol, sekitar 10 meter dari pintu masuk gerbang THM tersebut. Tubuh D diberondong lima tembakan dan belakangan diketahui ada 9 orang yang terlibat dalam penembahan berencana tersebut dengan motif utama karena balas dendam dan kesembilan orang yang terlibat sudah ditangkap polisi.
Editor: Aspian Nur