Pihak KSOP sendiri langsung melakukan evaluasi bersama dengan stake holder mulai operator kapal, terminal, TNI/Polri, Dinas Perhubungan (Dishub), Pelindo serta lainnya di gedung terminal Pelabuhan Samarinda, Jumat (11/4/2025) pagi tadi.
Kepala KSOP Kelas 1 Samarinda Mursidi mengatakan, sesuai dengan jadwal nasional dari Kementerian Perhubungan Laut, posko nasional angkutan Lebaran sudah resmi ditutup.
"Dari data angkutan Lebaran tahun 2025 di Pelabuhan Samarinda ternyata mengalami penurunan kurang lebih 16 persen. Tahun lalu sekitar 20 ribuan penumpang, tahun ini ada 17.600 penumpang," kata Mursidi kepada Korankaltim.com usai kegiatan evaluasi hari ini. "Yang jelas secara keseluruhan untuk kegiatan angkutan lebaran di Pelabuhan Samarinda mengalami penurunan," sambungnya.
Ada beberapa faktor penurunan tersebut yakni pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) melakukan Work From Home (WFH).
"Masyarakat mungkin sudah melakukan mudik lebih dulu sebelum ada posko Lebaran, jadi ada jeda waktu yang cukup untuk melakukan mudik duluan. Yang kedua adanya pilihan pelabuhan seperti di Bontang dan Balikpapan, misalnya kalau di Samarinda tidak ada kapal, bisa memilih dua pelabuhan tersebut, sehingga ada terjadi penyebaran penumpang," bebernya.
Yang menarik tahun ini di wilayah kerja Pelabuhan Samarinda ada dermaga lokal Sungai Kunjang, yang sebelumnya tahun lalu belum masuk dalam pendataan,
"Kapal-kapal angkutan sungai ada kegiatan angkutan Lebaran juga yang cukup padat, disana ada sekitar 80 kapal yang melayani antarkabupaten, itu cukup signifikan, ada 9 ribu penumpang melakukan mudik Lebaran dari Samarinda menuju Melak, Long Bagun dan Kota Bangun. Jadi mereka tidak hanya mengangkut barang-barang, tetapi juga penumpang, ini lumayan signifikan peningkatannya," sebut Mursidi lagi.
Secara keseluruhan angkutan Lebaran di Pelabuhan Samarinda berjalan dengan baik dan KSOP bersama dengan stake holder terkait akan terus mengupayakan memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Kami akan terus melakukan upaya, untuk memberikan pelayanan yang baik ke masyarakat," imbuhnya.
Terkait hasil evaluasi yang dari posko Lebaran 2025 diakuinya memang ada beberapa catatan yang fokus dilakukan kedepan.
"Pertama terkait penataan parkir karena Pelabuhan Samarinda ini berdekatan dengan jalan raya sehingga saat embarkasi dan debarkasi baik pengantar maupun penjemput kebanyakan enggan kendaraannya masuk ke area terminal, malah justru parkir di pinggir jalan, ini yang menjadi kendala. Nanti kami berkoordinasi dengan Dishub juga Satlantas Polresta Samarinda termasuk dengan operator untuk menertibkan ini," tegas Mursidi.
"Minimal sebelum melakukan embarkasi dan debarkasi sudah dilakukan pembatasan disisi jalan, misal dengan memberikan barier, sehingga pengantar serta penjemput, bisa memarkirkan kendaraannya bisa masuk ke terminal," ucapnya.
Terkait tiketing, tiket yang dijual secara online antara operator yang ada di pelabuhan belum terkonektifitas dengan baik. Ini diakuinya menjadi salah satu kendala.
"Artinya penumpang yang sudah berada diatas kapal belum bisa di-update berapa jumlah pasti yang dikeluarkan, termasuk yang sudah boarding. Kedepan akan kami coba koordinasi dengan koordinator kapal dan di terminal, supaya sinergi, dengan membuat sistem online, yang bisa dilihat langsung berapa jumlahnya, sehingga sebelum berangkat sudah tahu," imbuhnya.
Beberapa fasilitas perlu diperbaiki karena gedung terminal dikawasan tersebut merupakan eks gudang. "Tetapi saat ini sudah cukup baik, tetapi tampilan luar masih perlu diperbaiki, sehingga kesan gudangnya bisa hilang, dengan begitu kesannya bisa terlihat seperti terminal penumpang," tutup Mursidi.
Editor: Aspian Nur