Hal ini diungkapkan Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kaltim, Rina Zainun saat ditemui di Mapolresta Samarinda.
"Sebelumnya korban dilarikan ke Rumah Sakit AWS Samarinda karena mencoba bunuh diri dengan menelan 10 butir obat Paracetamol, setelah sembuh secara fisik kami membawa ke rumah aman, karena dia tidak mau pulang ke rumah," jelas Rina kepada Korankaltim.com Senin (3/2/2025) hari ini.
Setela korban ditempatkan di rumah aman, pihaknya pun langsung bersurat ke pihak UPTD PPA Provinsi Kaltim, untuk meminta layanan psikolog. "Pasca surat permintaan kami diterima, pihak UPTD PPA langsung mendatangi korban rumah aman, itu kami dampingi termasuk dari pihak sekolah juga hadir. Setelah psikolog melakukan pendampingan selama tiga hari, dari hasil visum psikolgnya, korban harus menjalani perawatan intensif di Atma Husada," ungkapnya.
"Kondisi psikis korban tidak baik-baik saja, karena kecenderungan melakukan upaya bunuh diri masih ada, ketakutan ketika melihat orang baru, lebih sering menunduk dan menangis serta kerap berhalusinasi," papar Rina.
Nenek korban pun pasca mengetahui hasil dari visum psikolog tersebut Minggu (2/1/2025) kemarin melakukan laporan resmi ke Polsek Anggana, terkait dugaan kasus perundungan ini. "Neneknya sudah membuat laporan resmi, dan saat ini tengah ditangani di Polsek Anggana," tegas RIna.
Kapolsek Anggana AKP Ahmad Wira Taryudi saat dikonfirmasi terpisah mengatakan mereka sudah menerima laporan resmi dari pihak korban. "Iya dari pihak neneknya sudah membuat laporan resmi, dan saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata Wira.
Untuk selanjutnya ia masih akan memanggil dari pihak pelapor untuk dimintai ketenangan, tetapi pihaknya masih menunggu mengingat pelapor ini masih menjadi cucunya di RSJD Atma Husada. "Korban kan saat ini menjalani perawatan intensif di Atma Husada," tutupnya.
Diketahui gadis berusia 20 tahun yang duduk di kelas 3 SMA mengalami deperesi, diduga akibat bullying yang dilakukan teman sekolahnya, sehingga nekat menelan 10 butir obat Paracetamol, bahkan mencoba bunuh diri dengan cara menggoreskan lengannya dengan pecahan kaca.
Hingga korban dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Abdoel Wahab. Sjahranie (AWS), dari Anggana Kukar, yang saat itu kondisi tak sadarkan diri, tubuh kaku dan suhu badan dingin, serta mulut mengeluarkan cairan pada 26 Januari bulan lalu.
Editor: Aspian Nur