Korban, Ahmad Husni (41) mengalami luka di bagian punggung akibat senjata tajam (sajam) dan harus segera mendapatkan penanganan medis.
Menurut keterangan salah satu relawan, Reza (23), saat itu ia sedang mengendarai ambulans dan melintas di Jalan Pahlawan, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu.
“Saya lewat terus melihat korban itu dibonceng naik motor, kondisinya cukup parah, punggungnya berlumuran darah. Jadi, saya berhenti dan menawarkan untuk mengantar ke rumah sakit,” bebernya.
Meski mengalami luka bacok, namun korban masih dapat berkomunikasi lalu meminta untuk diantarkan ke kawasan Kelurahan Air Putih.
“Karena saya lihat kondisinya, darah terus keluar, akhirnya saya berinisiatif membawanya ke RSUD AW Sjahranie,” bebernya.
Setibanya di rumah sakit, korban langsung ditangani oleh pihak medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Dalam penanganan tersebut, ia mengaku telah dibacok di kawasan Jalan AM Sangajaji, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, tidak jauh dari Jembatan Baru.
“Jadi, saat proses penanganan itu dia mengaku telah dibacok pakai Sajam. Itu saja dia bilang, karena dia sudah meringis kesakitan,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keposlian telah berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna melakukan penyelidikan.
“Saat ini masih dalam penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta petunjuk di TKP,” singkat Kapolresta Samarinda Hendri Umar melalui Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksarudin Adam.
Editor: Erwin