Peristiwa bermula ketika korban dan pelaku sedang asyik mengobrol di area parkir dekat pos sekuriti tempat mereka bekerja. Kemudian, keduanya berpindah tempat agar tidak mengganggu aktivitas di lokasi tersebut.
Tak lama setelah itu, terjadi cekcok antara keduanya, dan korban berteriak meminta tolong. Rekan-rekan kerja yang mendengar teriakan langsung mendatangi lokasi kejadian.
“Saat rekan korbannya yang lain datang, kondisi korban sudah berlumuran darah, sedangkan pelaku langsung melarikan diri,” ungkap Kaporlesta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kasi Humas Iptu M Rizal M Zain saat dikonfirmasi, Kamis (23/1/2025) hari ini.
Rizal mengaku saat ini korban dalam proses pemulihan di rumah sakit, akibat luka tikaman Sajam di bagian punggung.
“Pasca kejadian itu, korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat, untuk diberikan pertolongan. Saat ini masih dalam perawatan,” sebutnya.
Terkait dengan motif penikaman tersebut, Rizal mengatakan bahwa pelaku tak terima dengan ucapan korban, yang mengatakan bahwa orang tuanya memiliki banyak utang.
“Pelaku marah karena ibunya dibilang banyak utang, makanya dia emosi dan langsung memukul dengan tangan kosong ke wajah korban sebanyak tiga kali. Korban sempat melawan, tetapi pelaku langsung mengeluarkan badik dari pinggangnya dan menikam korban satu kali,” terangnya.
Karena tak terima dengan perbuatan tersebut, korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Sungai Kunjang untuk proses lebih lanjut.
Pelaku berhasil diamankan kurang dari 24 jam setelah kejadian, sekitar pukul 15.00 WITA di Jalan Jakarta 1, Perum Daksa, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, bersama dengan sebilah badik lengkap dengan sarungnya.
Editor: Erwin