Masa pacaran baru lima bulan sepertinya “dimaksimalkan” keduanya untuk menjadi kurir narkotika jenis golongan satu cairan sintesis sampai akhirnya ditangkap polisi di indekost mereka Jalan Kemakmuran Gang PLN Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda.
Semua berawal dari informasi yang diterima Tim Hyena Satresnarkoba Polresta Samarinda dan langsung melakukan penyelidikan di kos-kosan tersebut yang disebut kerap dijadikan transaksi narkoba.
Senin (18/11/2024) siang lalu sekitar pukul 11.00 WITA, dilakukan penggerebekan dan polisi mendapati PD dan MR yang merupakan pasangan sejoli di kamar tersebut. PD sendiri yang merupakan remaja Perempuan masih berstatus pelajar di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sedangkan MR merupakan mahasiswa di sebuah universitas di Kota Tepian.
Keduanya ditangkap lantaran, dalam penggeledahan tersebut ditemukan paketan yang dikirim melalui sebuah jasa pengiriman, berisi empat kotak plastik, berisi cairan narkoba sintetis seberat 145,4 gram bruto. Keduanya pun langsung digelandang ke Mapolresta Samarinda untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
"Saat diamankan mereka berdua rencananya mau antar barang dengan sistem jejak, tetapi sebelum berangkat diamankan lebih dulu. Jadi, paketannya itu sudah dipegang sama yang perempuan," kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Resnarkoba Kompol Bambang Suhandoyo saat dikonfirmasi Korankaltim.com Rabu (20/11/2024) hari ini.
Dari hasil interogasi yang dilakukan, keduanya telah menjadi kurir sejak lima bulan, tepatnya pada Juli 2024 lalu. "Ngakunya jadi kurir sejak Juli, pesannya melalui online. Untuk yang perempuan berperan sebagai pemesan barang serta mengantar, sedangkan yang cowok ini mengantar. Artinya, dia tahu, karena mereka tinggal bersama disitu," ungkap Bambang.
"Awalnya kenalan di aplikasi Instagram, kemudian ditawarin, ya mungkin tergiur dengan upahnya yang besar, karena sekali antar itu mereka bisa terima Rp3,5 juta," jelasnya.
Dalam waktu lima bulan mereka sudah melakukan tiga kali transaksi. "Sudah tiga kali pengiriman datang, jadi barang dipesan, setelah barang datang mereka ambil, sesuai dengan alamat yang mereka berikan," sebutnya.
Mengenai siapa yang menyuruh untuk melakukan pemesanan barang tersebut yaitu seseorang berinisial CC dan saat ini masih dalam pencarian. "Mereka sudah pernah ketemu, tetapi tidak pernah melihat wajahnya, karena memakai masker, dan mereka tidak tahu dimana tinggalnya," tutup Bambang.
Editor: Aspian Nur