Kalau kebakaran di Samarinda tepatnya di Jalan Kakap, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, terjadi pukul 21.10 WITA sementara di Kutai Timur yang terjadi di RT 04 Desa Kelinjau Ulu, Kecamatan Muara Ancalong api mengamuk pukul 20.00 WITA, di Tenggarong kebakaran berlangsung lebih dini, sekitar pukul 19.30 WITA.
Hanya saja untuk kejadian di Kota Raja ini api menyala dari sebuah rumah kosong dan bangunan tersebut belum sepenuhnya terbakar. Fakta yang mengejutkan, asal api diduga berasal dari seseorang yang secara sengaja membakar rumah kosong yang terletak di Jalan Gunung Belah RT 73, Kelurahan Loa Ipuh tersebut.
Terduga pelaku pun sudah diamankan aparat dari Polres Kutai Kartanegara yaitu pria berinisial R yang ditangkap tim Alligator Polres Kukar Kamis (10/10/2024) pukul 00.30 WITA dini hari tadi.
Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Jodi Rachman kepada Korankaltim.com Kamis (10/10/2024) hari ini menjelaskan, mereka sudah mengamankan R untuk diperiksa dan diselidiki motif lelaki itu melakukan perbuatan yang meresahkan masyarakat. “Kami masih melakukan tahap penyelidikan,” kata Jodi.
Sementara keterangan warga yang tidak ingin disebutkan namanya, menjelaskan kalau tiba-tiba saja pukul 19.30 WITA dirinya melihat asap di balik rumah itu. Sontak ia pun berteriak dan meminta pertolongan warga sekitar. “Karena ada beberapa warga juga yang melihat kami langsung saja berteriak minta pertolongan,” katanya.
Polisi yang mendapat laporan mendatangi datang untuk melakukan penyelidikan dengan mengecek rekaman CCTV milik warga setempat. Dari rekaman terlihat R ada di lokasi dengan alasan ingin membantu warga, bahkan R sempat mengarahkan pihak kepolisian masuk ke dalam rumah kosong itu dan memberikan barang bukti berupa sandal.
Tetapi kebohongan terungkap karena ternyata sendal yang dijadikannya barang bukti adalah milik R yang digunakan saat masuk dan melakukan percobaan pembakaran. “Dia sempat ada di lokasi saat kejadian, bahkan ikut membantu proses pemadaman,” ucapnya.
Menariknya, saat media ini berada di lokasi, R sempat meminta rokok kepada satu diantara wartawan yang melakukan liputan dengan gaya santainya tanpa menunjukkan ekspresi bersalah.
Editor: Aspian Nur