Adalah Swading Syafrila alias Adi, pemuda berusia 25 tahun yang menjalani bisnis narkotika sintetis dalam tiga tahun terakhir yang berhasil diamankan polisi disebuah hotel Jalan Sentosa Kelurahan Sungai Pinang Dalam Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda.
Polisi mengamankan sebuah kotak rokok berisi narkotika jenis tembakau gorila atau sintetis seberat 5,88 gram neto dari Adi.
"Saat diamankan dia hendak mengantarkan pesanan dari pelangganya, tetapi sebelum transaksi kami amankan diparkiran hotel," ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli saat rilis Jumat (16/8/2024) hari ini.
Dari interogasi awal Adi mengaku masih menyimpan barang bukti lainnya berupa bahan pembuatan tembakau gorila tersebut di kediamannya di Jalan Perjuangan Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang.
"Saat dilakukan penggeledahan dirumahnya kami temukan tiga poket tembakau sintetis atau gorila seberat 3,38 gram netto termasuk barang bukti lainnya sebuah baskom plastik berisi tembakau gorila siap edar sebarat 155 gram, bahan berupa cairan dalam botol semprot yang dicampurkan dengan tembakau, dua linting tembakau sintetis, dan satu bungkus bahan baku tembakau sintetis seberat 48,43 gram netto, serta uang tunai Rp 35 Juta," papar Ary.
Untuk bahan berupa cairan yang dicampur dengan tembakau gorila tersebut atau biasa dikenal dengan liquid didapatkan Adi dengan cara membeli secara online melalui Instagram.
"Dia beli 10 botol kecilnya harganya Rp10 juta dan ini sudah kedua kalinya melakukan pembelian. Dia meracik dengan menggunakan bahan-bahan yang ada, campuran utamanya ya cairan liquid yang dibeli secara online, disemprotkan ke tembakau setelah itu siap dijual," jelasnya.
Adi mengaku baru menjalankan bisnisnya ini sekitar tiga bulan. "Pengakuannya sudah tiga bulan dan dia sudah bisa meraup keuntungan Rp35 Juta. Pelanggannya orang tertentu saja yang memang dikenalnya, seperti komunitasnya begitu," ucap Ary
Sementara Adi mengaku belajar meracik tembakau gorila tersebut dari Instagram. "Saya belajar dari tempat membeli bahannya di daerah Jawa dan ini sudah tiga bulan, selain pakai sendiri saya juga jual," kata Adi.
Reaksi pengguna tembakau gorila racikannya tersebut dijelaskan Adi akan merasa lapar, rileks dan mengantuk "Kalau saya jual harganya Rp50 Ribu sampai Rp100 Ribu untuk takaran satu gram. Pembelian cairan Rp10,6 Juta per 100 mili, saya sudah dua kali beli," kata ayah satu anak ini.
Sistem penjualannya sendiri pemesanan melalui online kemudian pengambilan barang dengan sistem jejak. "Pembelinya random saja, tidak ada akun yang sama dan transaksi sistem jejak, pembeli tetapi transfer terlebih dahulu," tutup Adi.
Editor: Aspian Nur