Salah seorang warga, Bowo (54) mengatakan api pertama kali terlihat dari salah satu bangsal yang ditinggal penghuninya bekerja.
"Saya lihat ada asap tebal keluar dari salah satu bangsal, di bagian dapur, terus saya langsung dobrak, ambil air pakai ember, tapi api langsung membesar," tuturnya.
Ia menduga pemilik bangsal yang ditempati oleh ayah dan anak tersebut lupa mematikan kompor usai memasak.
"Dua-duanya kerja, mungkin lupa matikan kompor," tutupnya.
Humas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, Heri Suhendra mengatakan upaya pemadaman upaya pemadaman terkendala akses yang sempit dan minimnya sumber air. "Kurang lebih 45 menit api bisa dikuasai," sebutnya.
Total ada tiga bangunan yang terbakar, yakni satu rumah tunggal dan dua bangsal masing-masing dua pintu. "Yang terdampak ada dua bangunan," imbuhnya.
Adapun penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Editor: Supiansyah