Ardian, warga sekitar kepada Korankaltim.com menjelaskan, dirinya melihat ada banyak orang berkumpul dan mencari tahu apa yang terjadi, ternyata didapat informasi ada seorang anak yang masih balita terseret arus banjir dan masuk ke dalam parit.
"Warga bilang ada anak yang terseret arus banjir, jadi saya sama warga lainnya langsung turun ke parit menjaga supaya bocah itu tidak hanyut jauh, kurang lebih setengah jam kami menjaga di dalam parit," ujar pria 36 tahun itu.
Kondisi jalan Kertak Hanyar saat itu menurutnya memang tergenang air dan kemungkinan bocah tersebut tak melihat ada parit sehingga terseret masuk ke dalam. "Informasi keluarganya bocah itu sedang ikan sama tantenya yang masih berusia 14 tahun, terus ada yang teriak jatuh," ucap Ardian lagi.
Tak beberapa lama bocah itu ditemukan sejauh kurang lebih 20 meter dari lokasi awal terjatuh dan terseret banjir tepatnya di parit depan SDN 026 dengan posisi mengapung dalam kondisi lemas.
"Waktu ditemukan kondisinya lemas, nafasnya masih ada langsung dibawa ke rumah sakit," ucap Ardian.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli menjelaskan kalau bocah yang terjatuh ke dalam parit saat banjir sudah ditemukan dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Tetapi dari informasi pihak rumah sakit saat dilakukan pemeriksaan balita itu sudah meninggal dunia. Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi," singkat Ary.
Editor: Aspian Nur