Pria berusia 48 tahun itu dianiaya Dani Ramadhani setelah sebelumnya menuduhnya mengambil uang dan berujung dengan penganiayaan menggunakan senjata tajam.
Peristiwa itu terjadi Senin(3/6/2024) pekan lalu sekitar pukul 18.40 WITA petang di Jalan Gunung Tunggal RT 06 Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda.
Hubungan antara Herdiyansyah dan Dani adalah bawahan dan atasan, dimana Dani dipercaya sebagai pemborong untuk mengerjakan pengeboran proyek pembangunan sementara Herdi bawahannya.
Pada hari kejadian, Herdiyansyah mendatangi Dani dengan maksud meminta uang gaji selama bekerja tapi Dani justru menuduh Herdiyansyah mengambil uang tanpa sepengetahuannya sehingga terjadi cekcok antara keduanya.
Setelah adu mulut kemudian berlanjut pada perkelahian menggunakan senjata tajam jenis pisau dan dimomen ini Herdi mengalami tiga luka sabetan dibagian kepala, sementara Dani luka sabetan di kepala sebelah kanan.
Pasca kejadian perkelahian Herdiyansyah langsung dibawa ke rumah sakit terdekat oleh warga sekitar untuk diberikan perawatan sementara Dani diantarkan ke Desa Margasari di Loa Janan, Kutai Kartanegara, tempat kakaknya.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Sungai Kunjang Kompol Zainal Arifin saat dikonfirmasi Korankaltim.com Rabu (5/6/2024) hari ini menjelaskan terkait peristiwa tersebut.
"Setelah kami terima laporan terkait penganiayaan, anggota Intel bersama Reskrim langsung menuju ke Lokasi tetapi saat itu pelaku sudah tidak ada, karena sudah pergi ke rumah kakaknya di Kukar," kata Zainal.
Kemudian anggota gabungan langsung menuju ke alamat rumah kakak Dani di Margasari dan sekitar pukul 23.00 WITA malam harinya Dani berhasil diringkus bersama barang bukti berupa sebilah pisau," paparnya.
Terkait motif kejadian ini, dari interogasi yang dilakukan terhadap Dani diketahui hal tersebut dipicu lantaran saat itu Herdiyansyah meminta gaji tetapi Dani menuduh bawahannya itu kerap mengambil uang tanpa sepengetahuan atasannya.
"Awalnya korban mau minta gaji ke atasannya, tetapi tidak diberikan, karena pengakuan pelaku anak buahnya itu sering mengambil uang makanya terjadi cekcok hingga pekerlahian antara keduanya," tutup Zainal.
Editor: Aspian Nur