Begini Kronologis Hilangnya Bertha Mimi Hingga Jasadnya Ditemukan di Gudang Apotek Jalan Hidayatullah Samarinda
3 menit baca3.720 kali dibaca

3 menit baca3.720 kali dibaca

Penulis: Nancy
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait dugaan penyebab pasti meninggalnya wanita bernama Bertha Mimi (56) yang ditemukan di dalam gudang apotek di Jalan Pangeran Hidayatullah, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, pasca menghilang pada 31 Januari lalu.
Dalam rilisnya, Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli beberkan awal mulanya wanita tersebut dinyatakan hilang. Kejadian ini berawal pada tanggal 31 Januari 2024 lalu almarhumah bersama suaminya pergi kontrol ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam. Pasalnya memang almarhumah dulunya pernah mengalami gangguan kejiwaan.
Saat sedang menunggu obat, almarhumah ini meminta minum kepada suaminya, kemudian saat kembali wanita tersebut sudah tidak ada. Hal ini membuat suaminya panik dan mencari kemana-mana, tetapi tak kunjung ketemu. Saat dihubungi melalui ponselnya, korban selalu menyampaikan tempat yang berbeda-beda, sehingga suaminya tersebut bingung.
Akhirnya, pada tanggal 1 Februari 2024 suami almarhumah pun memberitahu kepada pihak keluarga bahwa wanita tersebut hilang dan melapor ke Polsek Palaran dimana domisili almarhumah, pada 2 Februari 2024 lalu.
Dari hasil penelusuran melalui ponsel korban terakhir diketahui posisinya berada di Jalan Aminah Syukur, tetapi lantaran masuk dalam wilayah hukum Polsek Samarinda Kota, pihak keluarga diminta melapor ke sana.
Pihak keluarga pun langsung mencari korban, dimana titik terakhirnya, tetapi setibanya di lokasi tersebut, pihak keluarga tak menemukan korban. Hingga akhirnya pada 7 Februari 2024 langsung melapor ke Polsek Samarinda Kota. Penyelidikan pun dilakukan, hingga akhirnya pada 18 Februari 2024 jasad Bertha Mimi ditemukan di dalam gudang apotek.
"Jadi, mulai hilang itu dari tanggal 31 Januari, sampai ditemukan tanggal 18 Februari di gudang apotek," katanya saat rilis Rabu (20/3/2024) hari ini.
Dalam perkara ini pun pihak Polresta Samarinda yakni Polsek Samarinda Kota serta Satreskrim terus melakukan penyelidikan, untuk mendapati titik terang.
"Dan kami pun sudah melakukan autopsi terhadap jasad almarhumah, dan hasilnya sudah ada, tetapi kami masih akan mengkonfirmasi langsung ke pihak dokter forensik, terkait penyebabnya, apakah ada dugaan kekerasan atau tidak, itu nanti akan disampaikan," ujarnya.
"Kami juga sudah mengamankan rekaman CCTV baik di luar apotek maupun di dalam, pasca ditemukan, selain itu juga ada handphone serta identitas lengkap almarhumah. Dan kami juga akan mengirim rekaman CCTV ini ke Labfor Mabes Polri, untuk mengetahui apakah rekaman itu asli atau tidak," sambungnya.
Diharapkan nantinya dari semua rangkaian penyelidikan yang dilakukan diharapkan bisa memberikan titik terang dan kepastian hukum. "Harapannya semua bisa memberikan kepastian hukum, untuk semua pihak, khususnya pihak keluarga, bagaimana kronologis sebenarnya," imbuhnya.
Disinggung soal keterangan saksi yang melihat awal mula almarhum tersebut masuk ke area apotek, perwira tiga melati tersebut mengatakan korban hendak masuk ke ruang racik obat, tetapi ditanya oleh karyawan, dan almarhum hanya menunjukkan kantong kresek yang dipegangnya tersebut.
"Ditanya sama karyawannya mau kemana? terus dia (almarhumah) hanya menunjukkan kantong kresek hitam berisi bungkus makanan ringan. Karyawan mikirnya mau buang sampah, terus diarahkan ke belakang, setelah itu dilihat cuci tangan, terakhir saksi lihatnya di situ," bebernya.
Kembali disinggung apakah ada keterkaitan antara almarhumah dengan apotek tersebut, dari hasil penelusuran, Kaporlesta menyebutkan tidak ada. "Kami sudah melakukan pemeriksaan, apakah ada hubungannya dengan korban, soal data pasien atau lainnya, ternyata tidak ada," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, jasad seorang wanita tanpa identitas ditemukan dalam kondisi membusuk, di dalam gudang salah satu apotek Jalan Pangeran Hidayatullah Kelurahan Pelabuhan Kecamatan Samarinda Kota, Minggu (18/2/2024) lalu sekitar pukul 12.15 WITA.
Saat itu, almarhumah datang ke apotek tersebut untuk izin menumpang ke toilet, beberapa hari sebelum ditemukan tak bernyawa di dalam gudang, hal ini berdasarkan keterangan dari pihak karyawan apotek, berdasarkan informasi Kepolisian.
Editor: Maruly Z







Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG