Mengetahui perbuatan suaminya itu, sang ibu sangat terkejut dan syok, lantaran tak habis pikir dengan apa yang dilakukan terhadap buah hati mereka. Tak terima perbuatan pria yang dinikahinya 20 tahun silam itu, akhirnya ia pun meminta pendampingan Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim untuk melapor ke Polresta Samarinda.
"Iya, saya terima laporan langsung dari ibu korban, terkait persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan ayah kandung. Dan saat melakukan itu kalau anaknya tidak mau diancam, ibunya akan dibunuh," kata Ketua TRC PPA Rina Zainun saat diwawancara Jumat (15/3/2024) sore tadi di Mapolresta Samarinda.
"Jadi saya baru terima laporannya itu siang, dan langsung bertemu di Polres untuk laporan," sambungnya.
Rina pun menjelaskan perbuatan sang ayah itu dilakukan terhadap kedua anaknya yakni kakak beradik yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
"Korban kakak-beradik, kalau adiknya ini disetubuhi paksa sejak di bangku kelas 6 SD dan sekarang kelas 3 SMP, sedangkan kakaknya sejak tahun 2022 saat kelas 2 SMA dan saat ini kelas 3 SMA," bebernya.
Terakhir perbuatan pelaku ini kata Rina, dilakukan terhadap si adik pada Februari lalu, dan sang kakak pada Rabu (13/3/2024). Tetapi, lantaran sudah lelah menjadi budak seks sang ayah, dirinya menolak, hingga membuat pelaku memukul korban.
"Awalnya itu kakak-beradik ini tidak tahu kalau mereka ternyata sama-sama menjadi korban, sampai akhirnya sang adik menceritakan kepada kakaknya. Itu sempat dirahasiakan, karena masih takut atas ancaman ayahnya yang akan membunuh ibunya kalau tidak memenuhi nafsunya itu," terangnya.
Hingga akhirnya, keduanya pun memberanikan diri memberihatu kepada sang ibu, atas perbuatan ayah mereka.
"Makanya setelah ibunya ini tahu, langsung minta kami dampingi untuk laporan resmi, hari ini (Jumat), jadi tadi ibu korban yang masih di Berita Acara Pemeriksaan (BAP)," imbuhnya.
Untuk selanjutnya pada Senin (18/3/2024) nanti kedua korban akan dilakukan visum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie (AWS). "Senin nanti akan divisum, sekaligus korban akan di BAP," pungkasnya.
Editor: Maruly Z