Kepala Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi Efendi yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari piket anggota Sat Polairud Polresta Samarinda, sekitar pukul 12.45 WITA,
Setelah itu, pihaknya pun bersama dengan tim langsung menuju ke lokasi penemuan mayat tersebut, yang mana memang anggota piket tersebut awalnya menerima laporan dari para Anak Buah Kapal (ABK) dan buruh.
"Jadi, kami datang langsung melakukan evakuasi, dibantu dengan teman-teman relawan, setelah itu jasad dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) IA Moeis menggunakan ambulans relawan, untuk dilakukan identifikasi," ungkapnya.
Ia pun menjelaskan, sebelum itu pihaknya mengaku tak pernah menerima laporan orang hilang ataupun tenggelam. "Jadi, benar-benar penemuan, dan saat itu dilaporkan oleh warga ke anggota piket Polairud, saat itu arus cukup deras, dari anggota berinisiatif mengikat jasad, karena sempat terbawa arus, kami hanya tinggal mengevakuasi dari dermaga," bebernya.
Ditanya bagaimana ciri-ciri jasad tersebut Riqi menyebutkan berjenis kelamin laki-laki, usia diperkirakan sekitar 50-60an dan hanya mengenakan celana kolor pendek. "Tetapi untuk detail itu dari pihak Inafis Polresta Samarinda. Kalau perkiraan, melihat kondisinya jasad sekitar 3-4 harian," pungkasnya.
Editor: Maruly Z