Awal mula kejadian tersebut, perempuan berinisial RI bersama teman wanitanya jalan-jalan ke Balikpapan, dengan mengendarai mobil dan kemudian menjemput satu teman wanitanya lagi, yang memang tinggal di Kota Beriman tersebut.
Ternyata, kedatangan korban ini ke Balikpapan diketahui oleh terduga pelaku, sehingga meminta untuk bertemu berdua, tetapi korban menolak.
"Korban itu terus menolak ketemu berdua, dia bilang kalau mau ketemu ya sama teman-temannya juga. Tetapi, terduga ini masih terus berupaya mengajak bertemu berdua, hingga akhirnya bertemu di salah satu pantai, tetapi sudah tutup, karena posisinya sudah tengah malam," ungkap Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Korwil Kaltim, Rina Zainun saat dikonfirmasi, Jumat (16/2/2024) hari ini.
Lantaran adanya desakan dari terduga tersebut untuk bertemu berdua, akhirnya korban pun mau jalan berdua, dengan mengendarai sepeda motor.
"Jadi mereka itu ketemunya di pantai, tapi tutup, karena didesak sama pelaku, akhirnya korban mau jalan berdua naik motor. Terduga bilang nanti aku bawa jalan-jalan, dan antar pulang ke penginapanmu," terang Rina.
Dalam perjalanan itu, si terduga pun mampir ke sebuah warung untuk membeli minuman keras (miras), yang merupakan pesanan dari rekannya.
"Bilangnya itu pesanan temannya terduga, jadi mereka ke rumah temannya itu dan korban tunggu diluar, karena lama akhirnya korban minta pulang, saat itu, terduga sempat minum dua gelas. Akhirnya, mereka pulang dan si perempuan tidak tahu kalau dia dibawa ke kontrakannya," ungkapnya.
"Saat tiba, korban tidak mau masuk dan langsung ditarik paksa menuju kamar terduga pelaku, korban sempat teriak, tetapi tidak ada yang mendengar, disitulah terjadi penganiayaaan dan pencabulan oleh terduga," sambungnya.
Lanjut kata Rina, saat di dalam kamar itu terduga pelaku mencekik leher, mendekap mulut serta hidung korban dengan tangannya, kemudian membenturkan kepala ke dinding.
"Itu membuat korban lemas, karena terus memberontak ditambah dibekap terduga pelaku, akhirnya ia pasrah berusaha mengumpulkan tenaga, disitu terduga mencabuli korban. Setelah merasa cukup kuat, akhirnya korban berusaha menggedor dinding, berharap di rumah itu ada yang mendengar, tak juga ada yang dengar di gedor jendela kaca, dan rekan terbuka satu kontrakan terbangun dan menolong korban," bebernya.
Perbuatan terduga ini sempat dilihat rekannya, lantaran korban sempat berlari keluar kamar dan disitu dikejar pekat dan langsung mencekik leher korban.
"Disitu langsung diselamatkan temannya terduga dan kemudian diamankan dikamarnya, setelah itu memarahi terduga pelaku, sampai korban ini diatarkan oleh rekan terduga ke penginapannya," imbuhnya.
Pasca kejadian itu, korban bersama teman-temanya langsung mendatanfi Polda Kaltim untuk membuat laporan.
"Dia langsung laporan, dan melakukan visum, tetapi nanti diminta untuk melengkapi bukti-buktinya, beruap pakaian yang digunakan saat kejadian dan bukti pesan singkat antara terduga serta korban," sebutnya.
Dan tambah Rina, pada Kamis (15/2/2024) pihaknya pun diminta untuk mendampingi korban ke Polda Kaltim, guna proses kelanjutan laporan tersebut.
"Kemarin lanjutan BAP sekalian menyerahkan bukti pakaian dan percakapan keduanya. Selanjutkan kami akan menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian seperti apa," pungkasnya.
Editor Aspian Nur