Hal ini diungkapkan Psikolog Samarinda Ayunda Ramadhani saat dikonfirmasi melalui ponselnya Rabu (7/2/2024) hari ini.
"Kasusnya sudah banyak sebenarnya cuma baru terungkap di media. jadi ada faktor-faktor tentu, baik internal maupun eksternal, yang menyebabkan hal," kata Ayunda kepada Korankaltim.com.
Faktor eksternal kemungkinan adanya tekanan-tekanan dari masyarakat, misalnya ekonomi sehingga membuat si ayah frustasi sehingga ketika mengalami birahi tinggi, kemudian melampiaskan ke anaknya.
Yang perlu disikapi terkait dengan faktor internalnya adalah kemungkinan dari si ayah tersebut mengalami gangguan kejiwaan sehingga perlu adanya pemeriksaan secara meluruh.
"Karena apa yang dilakukan oleh ayah kandung kepada anaknya itu bukan hal lazim, jadi dari sisi internal bisa saja ada gangguan kejiwaan, sehingga tidak bisa mengontrol dorongan, yang seharusnya tidak diarahkan pada anaknya sendiri," papar Ayunda.
Tak hanya terkait dengan masalah gangguan jiwa, juga bisa terjadi karena mengkonsumsi zat terlarang (narkoba) serta pengaruh minuman-minuman beralkohol. "Sehingga, membuat pola pikir yang seharusnya rasional, menjadi tidak, karena dalam pengaruh zat-zat tadi, makanya perlu sekali melakukan pemeriksaan menyeluruh," ucapnya.
Faktor ketiga bisa terjadi lantaran kecanduan pornografi. "Itulah kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, yang seharusnya bisa menyalurkan kepada istrinya, malah justru terhadap anak kandungnya. Juga, bisa karena hiperseksual, kondisi seperti ini bisa juga dicek, tetapi terlepas dari itu secara moral si pelaku ini sudah pasti perkembangan moralnya bermasalah, karena kalau moralnya bagus tentu hal ini tidak terjadi," papar Ayunda.
Untuk itu memang perlu dicari tahu terkait dengan faktor-faktor tersebut dan bukan hanya faktor baik kejiwaan, konsumsi narkoba maupun alkohol, tetapi tentu ada faktor lainnya.
"Karena itu perlu ada pemeriksaan lebih lanjut, utamanya terkait indikasi gangguan kejiwaan yang saya sebutkan tadi. Tetapi kalau hal itu sudah dilakukan berulang kali, kecil kemungkinan dilakukan dalam pengaruh, yang jelas bisa jadi karena pengaruh adiksi pornografi sehingga pikirannya terobsesi dengan aktivitas seksual yang tidak terkontrol, kalau tidak mendapat kepuasan dia bingung menyalurkannya kemana, akhirnya lari ke anaknya," tutup Ayunda.