Kepala Lembaga Pemasyaakatan (Kalapas) Kelas IIA Tenggarong Triana Agustin berterima kasih karena Istri Pj Gubernur Akmal Malik yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kaltim, Yulia Zubir Akmal dan Kepala DKP3A Kaltim Noryani Sorayalita hadir dan memberikan layanan penerbitan KTP-el bagi warga binaannya.
“Kami luar biasa terbantu dengan layanan ini, sekaligus juga ini rangkaian Hari Ibu, jadi kami suguhkan penampilan puisi dan menyanyi untuk menunjukkan warga binaan kami juga bisa tampil seperti orang di luaran sana,” kata Triana Agustin.
LPP Tenggarong baru beroperasi tahun 2019 dan tidak hanya warga Tenggarong atau Kukar namun seluruh warga se-Kaltim ada di dalamnya. “Disini menjadi tempat pembinaan, kalau dulu penjara, sekarang sistemnya pemasyarakatan, disebut WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan),” ucapnya lagi.
“Warga binaan itu memang pelaku tindak pidana tapi disini tempat mereka memperbaiki diri, kami berikan pelatihan menjahit, tata boga, sulam, pertanian, laundry, menghasilkan produk yang tidak kalah dengan di luar,” ucap Triana lagi.
Dengan total 287 WBP dan dikawal 60 petugas, LPP Kelas IIA Tenggarong masih minim lahan, meskipun kecil semua pembinaan tetap berjalan. Dinas Kesehatan dan Puskesmas juga ada kerjasama dengan memberikan pelayanan dokter dan bidan kunjung ke lapas memberikan pelayanan kesehatan.
Sementara Yulia Zubir Akmal menyebut kepemilikan identitas bagi seorang warga wajib dilakukan tanpa adanya diskriminasi suatu bentuk kelompok masyarakat ataupun golongan tertentu, semuanya mendapatkan hak yang sama.
“Ini untuk memberikan identitas untuk seluruh masyarakat tanpa diskriminasi, seluruh rakyat Indonesia harus mempunyai KTP termasuk warga binaan. Kegiatan ini juga rangkaian hari ibu, 22 Desember puncaknya yang dilaksanakan pemerintah provinsi Kaltim rangkaian hari ibu, salah satunya di Lapas ini,” ucap Yulia.
Editor: Aspian Nur