Awalnya pada Sabtu (25/11/2023) kemarin sekitar pukul 10.30 WITA, Hendra berusaha merampas handphone milik pelajar di sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jalan Pipit tersebut.
Saat itu Hendra melihat AR, remaja berusia 12 tahun melintas dan langsung menghadang, mengancam akan memukul serta menikam AR kalau tidak mau memberikan handphone yang dipegangnya.
Bukannya takut, AR bergeming, menolak memberikan ponselnya yang membuat Hendra tak sabar dan langsung merampas ponsel dan langsung kabur. AR tak tinggal diam, langsung berteriak “maling” bermaksud meminta pertolongan warga sekitar. Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung berdatangan dan Hendra pun melarikan diri menghindari kejaran warga.
Karena panik Hendra memilih bersembunyi di dalam gorong-gorong. Petugas dari kepolisian yang mendapatkan laporan tersebut langsung datang dan bersama warga mencari Hendra yang bersembunyi tak jauh dari lokasi kejadian. Pukul 11.00 WITA Hendra berhasil dibekuk karena ketahuan saat bersembunyi di dalam gorong-gorong tersebut. “Sekitar setengah jam pelaku kami amankan dibantu dengan warga sekitar," ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Sungai Pinang AKP Rahmat Aribowo yang dikonfirmasi, Minggu (26/11/2023) hari ini.
Dari hasil interogasi diketahui Hendra sebelumnya sudah pernah beraksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) lainnya. "Sebelumnya dia pernah melakukan perbuatan yang sama di lokasi lain dan ini berdasarkan laporan yang baru kami terima. Tidak menutup kemungkinan masih ada lokasi lainnya sehingga masih akan dikembangkan lagi," sebut Rahmat.
Hendra juga mengaku kalau tahun 2015 silam pernah berurusan dengan pihak kepolsian terkait dengan perkara laka lantas. "Pengakuan dia pernah masuk penjara, perkara laka lantas," ucap Rahmat lagi.
Hendra nekat melakukan tindak kriminal karena memang berniat menguasai ponsel AR untuk kemudian dijual. "Memang sudah niat karena sebelumnya dia sudah memantau anak sekolah itu, saat duduk di sebuah warung pelaku langsung beraksi," tutup Rahmat.
Editor: Aspian Nur